• Uncategorized

    Dapat Nilai A. Perlukah?

    Kepuasan terletak pada usaha, bukan pada hasil. Berusaha dengan keras adalah kemenangan yang hakiki. Mahatma Gandhi Saya sempat berdiskusi dengan para sahabat, yang karena keterbatasan waktu  jadi terpotong. Entah akan berlanjut, atau berhenti sampai di sana. Topik yang diangkat. Perlukah punya ambisi dapat nilai A? Hehehehe kami memiliki cara melihat  berbeda. Kami masih belum menemukan titik temu,  setelah bertahun-tahun berdiskusi tentang topik ini. Pantas saja,  para anggota dewan, kalau rapat lama sekali. Urusan seperti ini saja, belum ada solusi, setelah lebih dari hitungan 3 x 365 hari hehehehe Nilai A, yang hanya sebatas nilai di atas kertas. Bukti intelegensi semata. Bukan itu arti nilai A, dalam pikiran saya. Dalam persepsi…

  • Story

    Mana yang Lebih Penting, Latihan atau Kinerja?

        Ingat, latihan bukan sesuatu yang mutlak, yang penting adalah kinerja Marc Rosenberg   Membaca kalimat di atas, kening saya langsung berkerut dalam. Benarkah rangkaian kata di atas? Langsung saya mencari arti kata kinerja. Arti kata kinerja di kamus;  (1) sesuatu yang dicapai (2) prestasi yang diperlihatkan. Tapi kalau dipikir-pikir, dipemahaman saya, kalimat di atas ada benarnya. Selama ini niat utama saya, bergabung di Steemit untuk melatih kemampuan menulis novel. Novel yang indah, ringan, dan menginspirasi pembaca. Indah, ringan, adalah indikator yang terlalu luas. Penetapan target dengan indikator  tidak jelas. Dan tanpa indikator  tidak jelas, sangat sulit mengukur, sampai di mana perkembangan kemampuan menulis novel saya. Saat melihat bentangan…

  • Fiction

    Porak Poranda Mimpi # 17

    “Tadi pasien terakhir, Dok,” ujar suster begitu, seorang ibu setengah baya keluar dari ruang praktek. “Alhamdulillah, sudah selesai, praktek hari ini.” Dania mulai membereskan barang-barangnya. “Iya, Dok. Pasien Dokter Dania  tambah lama tambah banyak. Katanya tangan Dokter dingin,” ujar suster lagi. “Alhamdulillah, Allah memberikan kesembuhan melalui saya … kenapa suster?” tanya Dania, ketika melihat suster berdiri kebingungan di ambang pintu. “Ade sakit?” Suster menggeleng cepat. “Terima kasih, Dok, sudah perhatian sekali sama keluarga saya … Dokter tidak apa-apa?” tanya suster dengan kekhawatiran yang tidak bisa lagi disembunyikannya. “Yang tadi sebelum praktek?” tanya Dania riang. “Tidak apa-apa, terima kasih sudah mencemaskan saya.” Kepala suster mengangguk kecil berulang kali. “Dokter Dania memang…

  • Fiction

    Selaput Kecewa

    Dania bergegas  berjalan menuju ruang rapat dokter. Muka Bram ditekuk, saat dia masuk ruangan. “Sorry, sudah lama nunggu?” tanya Dania, seraya duduk berhadapan dengan Bram. Dia sudah melebihkan perkiraan jam selesai praktek. tapi tidak diduga, pasien hari ini membludak. “Satu jam, “  sahut Bram sambil melihat arloji. “Waktunya kayaknya sekarang engga pas. Lain kali aja ya, kita ngobrolnya,” tukas Dania, melihat postur tegang tubuh Bram. “Sekarang aja, Dania! Waktu break  shooting aku engga lama. Aku akan lebih sibuk minggu-minggu depan,”  ujar Bram tegas. Dania berpikir sesaat. Dia menarik nafas panjang. Melakukan ini lebih susah, dari pada harus melakukan operasi paru berjam-jam. “Baiklah …. Mama kemarin bilang ke aku, katanya dia…

  • Fiction

    Narsistik

    source Setelah Dania menutup pintu, Bram menghempaskan tubuh ke kursi praktek. Pikirannya melayang ke acara semalam. Bertemu teman-teman lama, membuat  dia  sedikit terhanyut ke suasana saat mereka SMA dulu. Mereka saling mengejek,  membicarakan kejadian-kejadian  yang dialami saat itu. Seburuk apa pun kejadiannya waktu itu, keliatan lucu sekali, saat membicarakannya belasan tahun kemudian. Saat bertemu lagi  dengan Neni, setelah mereka menghabiskan liburan bersama, sikap Neni lebih terbuka padanya. Berita perceraian dengan suaminya  sedang viral. Namun nampaknya wanita itu tidak terganggu sedikit pun. Neni yang dikenalnya saat SMA, sudah kembali. “Untung belum punya anak, ”  sahut Neni santai ketika dia bertanya,  bagaimana perasaannya. Karena mereka memilih tempat di luar dekat taman, tidak…

  • Uncategorized

    Persimpangan

    Bab Lima Persimpangan   Bram menarik nafas lega, saat lampu studio dimatikan. Seperti biasa, tak lama kemudian, dia diserbu penonton studio. Penonton kali ini berbeda. Anggota tempat fitness eksklusif. Wanita-wanita cantik berkelas, mayoritas yang hadir di studio. Dia menanggapi dengan senyum, godaan-godaan, baik yang halus maupun terang-terangan. Akhirnya rombongan mahluk-mahluk cantik itu, berjalan menuju pintu keluar. “Kamu lagi kenapa, Bram?” tanya Neni, teman sekelasnya dulu saat SMA,  sekaligus produser acara talkshow yang dipegangnya. Wanita cantik bertubuh langsing itu, duduk di hadapannya. Studio mulai kosong. Para anggota kru, perlahan  bergerombol keluar. “Pak Dokter, saya duluan, ya,” Sutradara mengacungkan jempol ke arahnya. Bram mengangkat tangan. Dia melihat sang sutradara berjalan keluar, sembari…

  • Story

    Aturan Permainan

    Minggu 4 Oktober 2018, ketika sudah sampai di tempat mangkal bis yang akan membawa Ade ke Jatinangor, timbul sedikit khawatir. Saya lihat ke dalam bis, hanya ada sepasang kakek dan nenek. Karena tidak ada keperluan lain, akhirnya kami berdua mengantarnya ke tempat tujuan. Jalanan lancar. Halimun tebal terlihat di kedua sisi jalan tol. Kami menembus asap putih yang sedikit mengurangi jarak pandang beberapa km.  Tiba sekitar jam 6 pagi . Di belokan dekat kampusnya, ada tukang jualan bubur yang ramai dikerumuni pembeli, membuat perut keroncongan. Wah ternyata buburnya memang enak. Jam 7 kurang kami sudah tiba di rumah. Rasa kantuk luar biasa, yang tidak bisa ditahan menyerang. Saya langsung tidur…

  • Story

    Benang Merah Kesuksesan. Practice makes perfect

      Pernah dengar peribahasa ‘Alah bisa karena biasa’? Arti peribahasa di atas menurut KBBI, antara lain; sesuatu yang sukar, kalau sudah biasa dikerjakan, tidak terasa sukar lagi. Pernah melihat atau punyakah kenalan,  orang yang sukses besar  di bidang tertentu,  dan mereka meraihnya, tanpa melakukan apa pun? Tidak mungkin terjadi. Seperti berdoa meminta datangnya pagi, saat menjelang sore. Sistim Allah sempurna;  setelah sore, kita masih harus melewati malam, dini hari, baru datang pagi. Kira-kira, apa ya, yang ada di kepala Pak Thomas Alfa Edison, saat berusaha menemukan lampu pijar? Bagaimana beliau bisa bertahan,  melakukan percobaan  ratusan atau ribuan kali, sebelum akhirnya berhasil menemukan lampu pijar, hingga kita bisa  menggunakan sumber cahaya…

  • Story

    Ya Allah, Berikanlah Kemampuan Menulis Sebaik-baiknya Padaku

    Dalam sebuah pelatihan menulis online bersama Kak @diyanti86, saya kebagian menulis biografi dan ensiklopedi DR. ‘Aidh al-Qarni. Penulis buku bestseller La Tahzan. Tahukah sahabat, berapa banyak buku referensi yang beliau gunakan, saat menulis buku La Tahzan? 300 buku, dari berbagai bahasa. Buku itu disusun selama tiga tahun. Dan 100 halaman pertama, beliau tulis, saat ada di balik jeruji besi. Banyak sekali yang saya peroleh dari pelatihan, yang saat ini masih berlangsung. Baik dari pemateri, sosok DR. ‘Aidh al-Qarni, maupun dari sesama teman yang mengikuti pelatihan. Diantaranya antara lain: Apa yang menarik? Sudah sering kata ini saya baca, namun sepertinya hanya masuk kuping kanan keluar kiri. Tapi saat saya menulis biografi…