Story

Memilih Pemimpin Bersama Pertama 2018

Foto Sri Wahyuni.

Source

Rabu 27 Juni 2018, diadakan Pilkada Kabupaten Bandung Barat sekaligus Pilgub Jawa Barat.

Ini adalah kali pertama bungsu saya mencoblos. Kebetulan sekali nama kami dipanggil sekaligus. Salah seorang panitia, dari RT saya meminta kami tidak langsung meninggalkan bilik suara. Hingga momen ini bisa diabadikan. Hehehe seperti yang jadi kandidat ya

Saya mendengar  sebuah cerita untuk yang pertama kali,  dalam sebuah pelatihan untuk guru PAUD.

Cerita ini mengenai seekor semut di zaman Nabi Ibrahim. Saat itu Nabi Ibrahim sedang dibakar. Kayu bakar yang digunakan untuk membakarnya, dikumpulkan selama tiga bulan. Terbayang betapa besarnya kobaran api yang saat itu menyala.

Seekor semut kecil membawa air, berusaha memadamkan kobaran api yang membakar Nabi Ibrahim. Hewan-hewan lain yang melihatnya mengejeknya, karena tidak mungkin air itu bisa memadamkan api.

Namun semut kecil mengatakan, “Tidak apa-apa. Yang penting saat aku ditanya Allah, aku sudah punya bukti aku berada di pihak Nabi Ibrahim.”

 

Foto Sri Wahyuni.

Source

Saya senang, bisa memberi kesadaran pada anak-anak, betapa pentingnya kita menggunakan hak pilih. Banyaknya orang baik yang tidak memilih, melebarkan jalan pihak lain, yang mempunyai niat tertentu, dengan menjadi seorang pemimpin.  Kalah menangnya, pasangan yang kita pilih bukan masalah. Karena di akhir segala urusan, kehendak Allah yang akan terjadi.

Minimal saat dimintai pertanggungjawaban, kita sudah melakukan apa yang bisa kita lakukan,  sebagai seorang hamba.  Sebagai seorang pemimpin, minimal  bagi diri sendiri, di muka bumi.

Jangan lupa bahagia. 🙂

Bandung Barat, Sabtu, 30 Juni 2018.

Salam, Cici SW

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *