Uncategorized

Hati-hati dengan Apa yang Kita Inginkan

 

Jumat pagi di rumah duka,  saya sedang melihat sebuah buku di bawah meja, Le Diah bilang, “Ci, kalau mau buku Le Ato, ambil aja. Ini juga bingung, buku-buku  mau pada dikemanain.”

Di antara anak-anak dan beberapa adik dan sepupu saya, sepertinya gemar membaca berbagai disiplin ilmu Le Ato, menurun pada saya. Setelah saya meminta izin pada anak kedua Le Ato dan suaminya, yang kebetulan ada di ruangan yang sama dengan kami berdua, saya dan Le Diah, saya langsung ke atas, memilah buku di lemari buku. Ada sebuah buku, di antara ratusan buku. Walaupun saya sering melihat lemari buku Le Ato, baru ini kali pertama saya melihatnya.

Saya punya satu buku yang pernah diterbitkan. Waktu itu dapat beberapa contoh buku dari penerbit. Saya bagikan ke beberapa teman, dan lupa menyisakan untuk arsip.

Saya mendapatkan salah satu keinginan duniawi saya.

Buku yang diterbitkan. Walaupun penjualannya, tidak seperti yang diharapkan. Namun tetap saja. Buku ini menjadi buku pertama yang dilirik penerbit. Dan diterbitkan. Dijual melalui Toko Buku Gramedia.

Alhamdulillah. Tidak jelas berapa buku yang laku.

Salah satu oleh-oleh bungsu saya saat acara HiCollege, antara lain menetapkan tiga tujuan atau keinginan  dalam hidup.

  1. Tujuan di dunia
  2. Tujuan saat kita meninggal (Apa yang akan dikatakan/dikenang  orang mengenai diri kita)
  3. Tujuan setelah kita meninggal

Merujuk buku Stephen R. Covey, 7 Kebiasaan Manusia yang Sangat Efektif, Merujuk pada Tujuan Akhir.

Dengan menetapkan surga  mana yang akan kita pilih, sebagai kediaman abadi. Menariknya menjadi beberapa kegiatan yang lebih kecil, hingga kita mendekati tujuan akhir, jam demi jam. Tanpa melupakan kehidupan dunia kita.

Saya baru mengerti, tujuan kedua dan ketiga sangat jauh berbeda.

Saya mulai meninjau kembali tujuan saya menulis. Rugi sekali rasanya bila hanya menerima kebaikan hanya di dunia. Tanpa mendapat kebaikan untuk kehidupan di alam akhirat.

Saya membuat MOU baru dengan Allah, meniatkan kegiatan yang berhubungan dengan tulis menulis, ditujukan untuk mendapatkan ridha Allah di dunia dan akhirat. Tujuan pertama dan ketiga, bisa didapatkan dalam satu kegiatan.

Semoga tujuan kedua, dapat saya terima sekaligus. Sekali mendayung, tiga pulau terlampaui.

Hehehe tidak hanya dua pulau.

Saat saya sampai di rumah duka, setelah perjalanan  tujuh jam dari Bandung ke Jakarta (biasanya bisa ditempuh dalam dua – tiga jam), banyak sekali karangan bunga. Terus berdatangan. Lebih dari 50 buah karangan bunga duka cita.  Ini sedikit kaget yang membahagiakan, karena Le Ato sudah lebih  10 tahun yang lalu pensiun. Le Ato disayang dan dihormati oleh rekan sejawat dan para koleganya. Ini adalah salah satu contoh tujuan kedua.

Berkenaan dengan kegiatan yang dilakukan untuk mencapai tujuan akhir. Ada dua alasan manusia melakukan sesuatu. Alasan dunia dan alasan akhirat.

Walaupun nampaknya sebuah perbuatan  yang baik, karena menjadikan seseorang mempunyai sifat sabar, lembut, penyayang, seseorang bertahan dalam badai kesulitan bertahun-tahun. Dengan alasan dunia.  Namun begitu alasan dunia sudah tidak ada, kesabaran mencapai batas. Sebuah keputusan bertolak belakang diambil.

Apabila kita memiliki alasan akhirat, kesabaran menjadi tanpa batas. Karena kita percaya, beban yang kita terima, pasti lebih kecil dari kemampuan kita yang sebenarnya. Bahwa Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang, tidak mungkin menzalimi hamba yang bersyukur. Dan setiap kebaikan, akan menjadi tabungan yang akan dibalas oleh Yang Maha Mensyukuri berlipat ganda bahkan tanpa batas.

Saya melihat banyak sekali, orang-orang di sekeliling saya, mendapatkan apa yang mereka inginkan. Sahabat steemian, apa pilihan keinginan  sahabat?

Alasan apa yang membuat sahabat memutuskan sebuah tindakan? Alasan Duniawi? Alasan akhirat?

Semoga kita bisa berkumpul kembali dalam keabadian yang menakjubkan.

 

Jangan Lupa Bahagia

Bandung Barat, Minggu 8 Juli 2018

Salam

 

Cici SW

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *