Story

Merangsang Kreativitas Seni, Melatih Keberanian, Meningkatkan Percaya Diri

Semarak peringatan Hari Kemerdekaan ke-73 masih belum selesai. Banyak panggung didirikan, untuk menampung kreativitas masyarakat. Setelah tadi pagi diselenggarakan karnaval dengan para peserta perwakilan masing-masing RW. Sore hari didirikan panggung.

Panggung ini merupakan puncak perayaan  peringatan 17-an di Desa Tanimulya, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Didirikan di depan Kantor Kepala Desa Tanimulya.

Tentu saja momen ini tidak luput dijadikan salah satu ajang pembelajaran oleh  ibu-ibu guru, yang bertujuan untuk merangsang kreativitas seni siswa-siswi  POS PAUD Anggrek HI 21. Sekaligus sebagai salah satu cara untuk melatih  keberanian dan menunbuhkan serta meningkatkan rasa percaya diri mereka.

Jam 15.00 kami sudah mulai berkumpul di depan panggung. Kostum dipakaian ke anak-anak. Kami sudah meminta pada para orangtua, agar mendandani anak mereka dari rumah. Hingga di tempat, anak-anak sudah 80% siap tampil. Alhamdulillah para orangtua sangat mendukung kegiatan ini.

Ada murid-murid yang mengagetkan kami, karena berbeda dengan saat latihan, di panggung yang sesungguhnya, mereka menari begitu lincah. Seraya menebar senyum.

Ada juga yang menangis, dan tidak mau ikut tampil. Tidak apa-apa. Namanya juga latihan. Semoga pada kesempatan lain, mereka bisa lebih berani.

Total ada lima tarian, disumbangkan anak-anak POS PAUD Anggrek HI 21. Syukurlah dari total 63 orang,  34 siswa-siswi, bisa tampil. Sisanya ada yang pergi, sakit, bahkan  ada yang tidur dan susah dibangunkan.

Ada yang gerakannya bertabrakan dengan teman mereka, hingga dia menyuruh temannya untuk menghadap ke arah yang berbeda. Ada yang kostum kepala terlepas. Ikat kepala terlepas, hingga menutupi pandangan mereka ke depan. Ada yang hanya bergerak di tempat. Ada yang bergerak seperti robot. Namun ada pula yang bergerak sangat lincah, dengan full senyum di wajah mereka.

Lucu ya anak-anak 🙂

Senang  dan bangga sekali,  melihat mereka tampil.

Tari Bis Sekolah, Siswi-siswi  Kelas B

 

Tari Baby Shark, Siswa-siswi Kelas PG

Tari Kun Anta, Siswa-siswa Kelas B

Tari Rentangkan Tangan, Siswa-siswi Kelas A1

Tari Twinies, Siswi-siswi kelas A2

Wajah bangga dan haru mewarnai airmuka para orangtua. Melihat buah hati mereka berani tampil di atas panggung, yang  tentu saja sangat  asing untuk anak-anak tersebut.

Rasa lelah para ibu guru selama melatih, pasti terbayar sudah. Melihat anak-anak itu tampil dengan riang  dan tanpa beban.

Karena para menyumbang acara lain belum hadir, panitia meminta para ibu guru menyumbangkan sebuah tarian. Syukurlah, tiga orang guru tinggal di RT yang sama. Ada panggung kesenian semalam di RT mereka, dan para ibu guru dan tetangga mereka, menyumbangkan sebuah tarian. Apalagi kalau bukan Lagu Syantik.

Berbekal nekat dan membawa misi penting, menjadi contoh para siswa dan orangtua, untuk berani dan percaya diri, saya dan Bu RW 21  yang juga kebetulan ibu guru PAUD, ikut naik ke atas pentas. Menemani empat orang yang sudah naik ke atas panggung. Kami berdua belum pernah latihan, dan saya hanya sekali,  melihat penampilan tiga guru tersebut, di grup wa guru.

Bukan guru PAUD, kalau tidak nekat hehehehe.

Semoga pesannya sampai.

Bandung Barat, Minggu 19 Agustus 2018

Salam

cici SW

 

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *