Story

Success is not Status. Success is a Personality

Senin tanggal 24 September 2018  pukul 23.03, abang sampai di Stasiun Cimahi. Karena masih dalam perjalanan, suami  langsung jemput Abang ke stasiun. Ade sudah kembali ke kos.  Saya menunggu di rumah. Biasanya kami bertiga jemput abang. Setelah dari stasiun, seringkali kita berempat nongkrong dulu. Memori yang sangat indah dan menyenangkan.

“Ma, sini, Ma. Aku dapat buku bagus banget,” ujar Abang  sembari menarik tangan saya, sesampainya dia di rumah.

Saya duduk di sebelahnya.

“Buku apa, Bang?”

“Itu, Ma. Di dalam tas aku.”

Saya membuka tas abang dan mengambil sebuah buku. “Apa Bang, isinya?”

“Aku diajarin gimana caranya jadi pemimpin, Ma.”

‘Wah! Keren, Bang. Kamu dapat apa?”

“Entah sebagai rusa maupun singa, kamu harus bisa berlari cepat untuk bisa bertahan hidup.”

Saya manggut-manggut. Mata saya membaca kalimat tersebut dalam buku itu.

“Kesuksesan itu bukan status. Kesuksesan itu kepribadian,” lanjut Abang lagi.

senyum lebar menghiasi bibir saya. “Bagus, Bang. Kata siapa?”

“Kata aku.”

Saya terdiam. Untuk saya,  kalimat  itu berarti sangat dalam. Bila pengertian itu bisa menjadi salah satu keyakinan kuat, pembelajaran seumur hidup, bisa dijalani abang dengan hati ikhlas dan gembira. Ini adalah salah satu berkah luar biasa bagi saya,  sebagai seorang ibu.

Semoga Allah menjaga kami. dan memberi kekuatan, agar terus mampu konsisten.

Kepribadian sukses. Kepribadian pemenang. Sebuah keyakinan, yang membuat hambatan sebagai sahabat.

Halangan akan berubah fungsi, menjadi salah satu pijakan, untuk meningkatkan standar  keseimbangan hidup, ke tingkat yang lebih tinggi.

Kesulitan hanya  berfungsi  sebagai  tanda, keterampilan  perlu dipelajari, ditingkatkan, atau  dimaknai  dari sudut pandang berbeda .

Sebuah kesedihan menjadi pengingat, banyak kenangan indah  telah dilalui dan harus disyukuri.

Saat sedang mempersiapkan novel terbaru saya, terbersit niat  membaca  beberapa novel, untuk belajar bagaimana bisa menulis novel lebih baik lagi.

Buku di atas, datang melalui Rio. Karena tokoh utama laki-laki seorang pebisnis, buku ini sangat dibutuhkan sebagai salah satu referensi. Saya punya informasi dan gambaran, bagaimana sang tokoh berpikir dan bereaksi.  Terima kasih banyak ya, Bang

Sama sekali tidak terbayang, pelajaran ini bisa sampai ke tangan saya.

Alhamdulillah. Terima kasih Ya Allah.

Saya membaca cepat buku itu. Banyak sekali pengetahuan baru yang saya dapat dari buku ini. Antara lain agility dan myelin.

Agility adalah kemampuan yang dibangun , agar kita mampu merespon perubahan dengan tangkas, efektif, tepat waktu, dan berkelanjutan.

Sistim pengatur informasi dalam otak kita yang terbentuk dari akumulasi pengetahuan. Brain memory (memori otak) sudah sangat kita kenal. Memori lainnya adalah muscle memory (myelin).  Myelin secara sederhana bisa diartikan sebagai memori yang terbentuk karena keahlian, karena aktivitas yang berulang-ulang.

Semakin sering mendapatkan pengalaman yang sama, baik pengalaman positif ataupun negatif, akan membuat myelin semakin kuat. Pengalaman sukses membentuk myelin sukses. Sebaliknya, pengalaman gagal akan melatih myelin gagal.

Jadi lakukan sesuatu dengan cara berbeda, bila dengan cara yang sama langkah kita membentur tembok. Buat target yang realistis (Tidak terlalu rendah, hingga bisa kita capai tanpa harus melakukan sesuatu yang berarti). Atau terlalu tinggi, hingga membutuhkan waktu panjang dan usaha luar biasa untuk mencapainya.

Yang pertama kita butuhkan adalah  pengalaman sukses meraih target. Begitu proses pembentukan myelin kita sudah terlatih mampu mencapai target, baru  buat target yang lebih menantang lagi.

Foto Diambil dari Grup Agus Salim

 

Rangkaian ospek ade, setelah ospek universitas, ospek fakultas, dan mulai minggu ini selama lima minggu ke depan akan ada ospek jurusan. Gantian kita bertiga siang ini,  nyamperin ade ke Jatinangor.

Kami  ingin abang dan ade, memiliki hubungan yang sangat erat dan kuat. Bahkan setelah saya dan suami, sudah tidak bersama mereka.

Saya  anak pertama dan yang pertama dilahirkan pada generasi ketiga. Suami juga anak pertama. Kami berdua mengemban tugas, sebagai penjaga hubungan kekeluargaan, baik dari pihak suami maupun dari pihak saya. Rio, mau tidak mau, menerima tanggung jawab ini. Semoga Allah memberi kami kekuatan dan kemampuan, untuk menjalankan tugas ini.

Tanpa saya ketahui, dengan seringnya kami menghabiskan waktu bersama,  kami berempat melatih myelin menjaga keeratan keluarga. Mulai dari kelompok terkecil. Keluarga inti.

Perjalanan ke Jatinangor, setelah kami bertiga menyelesaikan urusan dan tugas masing-masing, melatih agility.

Tidak sabar lagi menanti hari esok. Apalagi informasi baru yang akan mendatangi saya. Semoga saya bisa mengemas informasi-informasi luar biasa ini, dalam novel yang indah, ringan namun sarat makna.

Sahabat. Terus berusaha bertahan di Steemit, tanpa disadari melatih agility kita. Tidak ada sebuah kondisi di luar sana, yang tidak membutuhkan daya juang hebat, bila kita ingin meraih tempat tinggi dan terhormat.

Masih  ada  orang-orang hebat yang  peduli pada kita, di Steemit. Yuk terus berjuang. Hasil tidak akan menghianati proses.

Bandung Barat, Selasa 25 September 2018

Salam

Cici SW

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *