Fiction

Fashion Lifestyle, Physical Elements

source

Galang membenamkan topi yang digunakannya dalam-dalam. Sudah lama sekali,  dia tidak terjun langsung ke lapangan mengumpulkan data. Tapi riset ini berhubungan langsung dengan persoalan hidup mati.

Dia men-stater motor keluaran tahun 2010  yang masih mulus, begitu mobil Dania keluar dari  gerbang rumah sakit. Lalu lintas di jalan, tidak sepadat biasanya. Dengan santai, dia mengendarai motor. Menjaga jarak aman,  hingga bisa tetap melihat mobil Dania.

Di jadwal harian, dokter itu akan mengunjungi panti asuhan, yang bersebelahan dengan  tempat praktek pribadinya. Dania jadi donatur tetap di panti asuhan itu. Tempatnya kerja sosial, saat masih jadi mahasiswi kedokteran.

Dia membeli lahan luas di sebelah panti asuhan, tidak lama setelah kerja sosial.  Membangun klinik 24 jam,  dua tahun  sebelum menjadi dokter yang memiliki izin praktek. Dia merekrut kolega, internal maupun eksternal,  yang memiliki pikiran dan passion  sejalan. Sejak didirikan, pusat kesehatan itu tidak pernah sepi.

Dahinya berkerut, ketika mobil Dania berbelok ke arah berbeda. Motor tua itu diparkir Galang, di warung tidak jauh dari sebuah bangunan bernuansa etnik yang asri. Matanya berkeliling, mencari tempat menunggu yang tidak mencolok. Dengan cepat dia mencari di internet, tempat apa yang didatangi Dania. Alisnya berkerut dalam.

Dania menarik nafas panjang. Lagi-lagi sahabatnya memberitahu berita tentang Bram. Sebuah infotainment, mulai santer memberitahukan kedekatan Gilang dengan teman SMA-nya, pemilik PH  acara Talkshow Kesehatan yang dipegang Galang.

Kakinya menginjak rem, ketika mobil di depan menyalakan sen ke kanan. Ia kembali menekan pedal gas, setelah melihat  spion luar.

Sebelum menerima job, Bram pernah mengatakan, teman wanita yang mengajaknya bergabung, gadis yang menjadi cinta pertamanya. Laki-laki itu bilang, bila ia keberatan, maka tawaran  akan ditolaknya.

Tentu saja dia mendorong Bram mengambil kesempatan emas ini. Kebutuhan Bram tampil  sangat besar. Ditunjang kelebihan fisik  dan kemampuan interpersonal hebat, dengan cepat namanya meroket. Seperti  yang dia perkirakan.

Dia percaya Bram. Mereka sudah kenal lama sebelum memutuskan pacaran. Dan dalam jangka waktu panjang, dia tidak pernah melihat Bram selingkuh.

Tapi tidak ada salahnya juga, memperbaiki penampilan. Dia harus mengakui, wanita yang santer  digosipkan dengan Bram, memang amat sangat cantik. Ditambah keinginannya meluluskan permintaan sahabatnya. Percakapan mereka beberapa hari lalu,  kembali terngiang di telinga.

source

“Dania! Dengar kabar terbaru, Bram?” ujar sahabat kentalnya, ketika panggilan itu diterimanya.

Engga.”

“Kamu sibuk terus ngurusin orang! Itu, Bram, diurusin!”

“Kenapa memang?”

“Dania, mereka berdua semakin dekat.”

“Ya, pastilah. Mereka kan harus sering koordinasi tentang acara itu,” kilahnya ringan.

“Kalau kamu terus begini, kamu bisa kehilangan Bram, lho Dan! Cewek itu cantik banget.”

“Aku engga cantik, memang?”

Dania menahan tawa.

“Kamu cantik, untuk ukuran seorang dokter pintar. Gaya kamu sporty, santai. Tapi saingan kamu …  luar biasa fashionable, sayang.”

Alis Dania berkerut. “Aku engga mau merubah penampilan, hanya untuk bersaing dengannya.”

“Siapa yang suruh kamu bersaing! Kamu hanya harus lebih memanjakan diri, sebagai seorang wanita. Pakai uang kamu yang tidak kehitung, dari darah dan keringat tidak berhenti melakukan operasi, sebagian kecil,  untuk diri kamu sendiri. Kamu juga harus berjuang, mempertahankan Bram bukan? Kamu sadar engga? Berapa banyak wanita cantik yang berebut ingin dikencani Bram?” kilah sahabatnya.

“Separah itu kondisinya?”

“Ya Allah, Dania. Kamu engga pernah up to date informasi, ya?”

“Aku selalu baca setiap jurnal kedokteran terbaru.”

“Dania!”

Dania tersenyum mendengar teriakan gemas sahabatnya.

“Aku engga tahu harus mulai dari mana.”

“Aku punya tempat keren untuk make over kamu.”

Alis Dania terangkat tinggi lagi. Separah itukah penampilannya?

“Di tempat itu, kamu akan mengisi kuesioner, melakukan beberapa wawancara. Mereka akan memasukkan kamu, ke dalam tipe kepribadian seperti apa? Ada tipe klasik, romantik, kreatif, natural, dramatis … mereka akan memberi masukan, sesuai dengan tipe tubuh kamu, kepribadian kamu. Bagaimana  kamu akan terlihat semakin menonjol. Mereka juga akan memberitahu kamu, warna apa yang akan membuat kamu terlihat lebih cantik dan menawan.”

“Ada tempat seperti itu?”

Dia tidak tertarik untuk terlihat menonjol. Sejauh ini semuanya baik-baik saja. Walaupun hobi makan, camilan manis, cupcakes, ice cream, segala jenis cake, pizza, dia punya alat pengukur canggih. Kakaknya akan segera memberi komentar menjengkelkan, sepanjang waktu. Syukurlah saat berlatih taekwondo bersama kakak, sesekali dia bisa membanting tubuh kakaknya ke matras.

“Ada. Kapan kamu ada waktu? Jadwalkan secepatnya! Kalau perlu, aku akan menjemputmu  dan menyeretmu dari tempat praktek.”

“Bisa kamu … tinggalin anak sama suami kamu?” tanya Dania dengan nada bercanda. Sahabatnya ini istri dan ibu super teladan.

“Suami aku,  pasti akan mendukung penuh! Aku akan mendedikasikan hidupku, mulai saat ini, untuk membawamu ke sana.”

Dania tersenyum lebar. “Engga sampai segitu juga, kali say.”

“Kau sudah berulang kali menolong aku dan keluargaku. Juga keluarga suamiku. Please Dania, izinkan aku sedikit memberi  bantuan untukmu. Aku tidak akan memaafkan diriku sendiri, jika tidak bisa  membawamu ke sana.”

Dania menarik nafas panjang, mendengar isak tangis di seberang.  Ya … sahabatnya yang satu ini, memang agak sedikit lebay. Tapi perasaannya menghangat, ada yang memperhatikannya sampai seperti ini.

Salah satu kelemahannya, melihat air mata. Tidak ada salahnya mencoba. Tadi pagi, dia baru saja berdiri lama di depan cermin.  Rambutnya memerlukan model baru. Sudah bertahun-tahun dia tidak ganti gaya rambut.

OK … OK aku akan setting waktu secepatnya.”

Thanks Dania. Kamu tidak akan nyesal. Aku kirim alamatnya. Kita ketemuan langsung di sana, ya.”

***

Galang membenamkan topi semakin dalam. Dania keluar dari mobil, disambut pelukan hangat,  salah seorang sahabatnya. Tiba-tiba  Dania menunjuk ke arahnya. Sahabat Dania ikut  melihat ke jurusannya.  Dengan wajah serius, wanita itu tiba-tiba  berjalan cepat  ke arah gerbang. Tepat menuju tempatnya berdiri.

Bandung Barat, Rabu 10 Oktober 2018

Sakam

Cici SW

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *