Story

Meet Up with Oracle D, Menambang Informasi, Menuai Wawasan

 

Sabtu jam  14.47 saya tiba di tempat parkir lokasi meet up steemians Chapter Bandung dengan @oracle-d, di Sate Thaichan, Buah Batu. Sayang sekali saya tidak bisa hadir di Blockchain & Entrepreneurship Seminar di SBM ITB Bandung.

Keduanya, Matt Starkey dan Dylan Leigton, sangat ramah. Dengan bekal bahasa Inggris yang sangat minim dan modal nekat, saya mendapat banyak sekali informasi. Hehehehe alhamdulillah saya dibantu penerjemah pribadi.

Karena duduk di bagian tengah, saya bisa memasang telinga dan mendengarkan ke dua belah sisi. Dari keduanya, saya mendapat dua ilmu yang berbeda.

Saya tertarik dan ingin menjadi seorang investor. Matt Starkey, CEO 0f @Oracle-D, dengan antusias menerangkan kepada kami. Dia menerangkan tentang grafik harga, yang tidak begitu saya pahami. Saya menunggu postingan @ekonugraha, untuk menjelaskan grafik itu.

Dari penjelasannya yang panjang lebar, Matt Starkey, memberi penekanan, musuh terbesar investasi adalah emosi kita sendiri. Keserakahan saat melihat harga melambung,hingga berbondong-bondong kita berinvestasi. Kemarahan, saat harga jatuh. Dan kesedihan saat harga semakin jatuh dan tak kunjung naik.

Matt menyarankan, agar kita berinvestasi dengan uang dingin. uang yang apabila kita kehilangannya, tidak akan membuat tensi darah kita naik. dan kita tetap bisa melanjutkan hidup, seperti biasa.

Kalau kita berinvestasi di steem, dengan tujuan bisa membantu steemian lain, maka belilah steem kapan saja. Dengan syarat, lagi-lagi, gunakan uang dingin. Karena kita bisa saja kehilangan semua uang kita.

Ada sebuah informasi yang membuat saya berpikir ulang, ingin menjadi seorang investor. Matt mengatakan, kita mendapatkan keuntungan dari bencana yang menimpa orang lain. Kesalahan pengambilan keputusan investasi mereka, menjadi keuntungan kita. Bila kita mengerti ilmu tentang investasi, tahu kapan harus membeli dan menjual, dan bisa mengendalikan emosi kita. Bila tidak, maka kita juga menjadi korban.

 

 

Di sisi kanan, Dylan Leighton (CTO of @Oracle-D) berbincang-bincang dengan beberapa steemian. Ketika ada kesempatan, ada beberapa pertanyaan yang saya ajukan pada Dylan.

Bagaimana blockchain bisa merubah masa depan?

Penjelasannya memakai contoh yang sangat sederhana dan mudah dimengerti.

Berikut jawaban Dylan yang tertangkap penalaran saya.

Kalau kita menggunakan facebook. Maka kita semua mengelilingi facebook dan tergantung pada facebook. Bila facebook tidak menyukai kita, maka mereka punya kekuatan untuk tidak mengizinkan kita menggunakan fecebook lagi. Itu namanya sentralisasi.

Tapi bila menggunakan teknologi Blockchain, tidak seperti itu. Masing-masing dari kita punya kekuatan. Tergantung dari integritas dan branding pribadi. Dan bila kita ingin membeli sesuatu, di belahan dunia lain, walaupun dengan harga milyaran dolar, transaksi bisa dilakukan dalam hitungan detik. Menghemat waktu, biaya, birokrasi, memutuskan pemotongan yang biasa terjadi di sana sini.

Bila ada lembaga atau yayasan amal,  menggunakan teknologi ini, maka kita bisa melihat, kemana uang yang mereka kumpulkan dari masyarakat, dialokasikan.

Bila sejumlah uang  sudah disumbangkan kepada mereka yang memang membutuhkan, mengambil foto sebagai tanda bukti penyerahan, semuanya akan tercatat di sistim, dan tidak bisa diubah. Kita bisa melihat bagaimana kinerja penyaluran dana mereka.

Penggunaan  lainnya. Bila terjadi bencana dan semua surat bukti  kepemilikan kita hilang. Rumah kita hancur dan rata dengan tanah. Bencana yang menyisakan tanah datar yang luas. Bila seseorang mengklaim  sebidang tanah tanpa bukti tertulis, maka akan sedikit rumit.

Tapi bila sudah menggunakan teknologi Blockchain, bisa dibuktikan, tanah tersebut  memang dimiliki atau tidak dimiliki, pihak yang mengajukan klaim.

Kita bisa membantu teknologi Blockchain dengan dua cara. Menginvestasikan uang kita. Cara yang satu lagi adalah dengan menulis potingan-postingan yang berkualitas.

Makanan di tempat ini sangat enak. Banyak pengunjung datang dan pergi. Dylan suka sekali sate ayam. Dibalut dengan keju mozarella.

Dan Matt makan nasi, dengan potongan cabai yang dicampur kecap. Dia suka makanan pedas. Karena baru pertama kali ke sini, saya naik tangga ke lantai tiga. Ternyata hehehehe ada lift. OMG.

Senang sekali bertemu keduanya, dan teman-teman lain dari Chapter Bandung. Sudah lama sekali kami tidak bertemu.  Masih pengen ngobrol panjang, tapi jadwal Matt dan  Dylan sangat padat. Mereka harus pergi ke tempat lain.

Thank you Matt Starkey and Dylan Leighton, @Oracle-D, sudah berkunjung ke Indonesia. Meet us here, at Sate Thaican Buah Batu.

Terima kasih sudah memasyaratkan teknologi Blockchain ke Indonesia. Semoga teknologi ini bisa secepatnya digunakan di berbagai bidang kehidupan kita.

 

Senin, 29 Oktober 2018

Salam

Cici SW

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *