Story

Benang Merah Kesuksesan. Practice makes perfect

 

source

Pernah dengar peribahasa ‘Alah bisa karena biasa’?

Arti peribahasa di atas menurut KBBI, antara lain; sesuatu yang sukar, kalau sudah biasa dikerjakan, tidak terasa sukar lagi.

Pernah melihat atau punyakah kenalan,  orang yang sukses besar  di bidang tertentu,  dan mereka meraihnya, tanpa melakukan apa pun?

Tidak mungkin terjadi. Seperti berdoa meminta datangnya pagi, saat menjelang sore. Sistim Allah sempurna;  setelah sore, kita masih harus melewati malam, dini hari, baru datang pagi.

Kira-kira, apa ya, yang ada di kepala Pak Thomas Alfa Edison, saat berusaha menemukan lampu pijar?

Bagaimana beliau bisa bertahan,  melakukan percobaan  ratusan atau ribuan kali, sebelum akhirnya berhasil menemukan lampu pijar, hingga kita bisa  menggunakan sumber cahaya buatan  seperti sekarang, saat malam tiba?

Kegagalan luar biasa banyak, itu yang terlintas di kepala kita. Tapi dalam mindset Thomas Alfa Edison, sama sekali berbeda.

“I have not failed 10,000 times. I have not failed once. I have succeeded in proving that those 10,000 ways will not work. When I have eliminated the ways that will not work, I will find the way that will work.”

“Saya bukan gagal 10.000 kali. Saya tidak gagal satu kali pun. Saya berhasil membuktikan bahwa ada 10.000 cara yang keliru. Ketika saya telah mengetahui cara-cara yang keliru, akhirnya saya akan menemukan sebuah cara yang benar.” baca di sini

Mungkin saat itu, Thomas Alfa Edison mengetahui, seberapa penting lampu pijar akan bermanfaat di masa depan.

Sahabat. Setiap dari kita penting. Setiap dari kita adalah pemenang. Di awal kehidupan, kita sudah mengalahkan jutaan sperma lain. Dan karena setiap dari kita adalah pemenang, tentu saja, ada kelebihan dalam diri kita, yang akan menuntut, kenapa tidak dikembangkan dan digunakan untuk membuat dunia jadi lebih baik, karena kita pernah hadir di dunia.

Rasanya tambah berat ya,  ada di Steemit.

Namun sahabat. Sesuatu yang harus kita ingat.  Kita ada di sini, karena ada kesenangan atau hobi, yang memerlukan bantuan untuk terus berkembang (Hehehehe saya dalam kelompok ini) atau salah satu cara aktualisasi diri.

Apa pun alasannya, kita ada di Steemit, karena sesuatu yang kita sukai. Jika untuk sesuatu yang kita sukai,  sukar sekali kita hadapi dinamika di Steemit. Bagaimana untuk sesuatu yang tidak kita sukai atau bahkan kita benci, namun harus kita lakukan, karena berhubungan dengan hidup mati kita?

Jika sahabat ada di Steemit, karena hal-hal yang disukai,  apa pun itu; belajar, mengembangkan hobi, buka link, cari sahabat, mau menolong, teruslah melangkah. Sampai  tiba  di tujuan kita, di Steemit.

Rasa syukur adalah obat penawar. Alhamdulillah adalah doa terbaik. Sumber energi, yang akan memampukan kita bertahan di gulita malam. Syukurilah setiap pencapaian kita. Banyak bersyukur, apalagi, yang diucapkan secara tulus dan sungguh-sungguh, akan membuka banyak jalan kemudahan dan kebaikan. Itu janji Allah.

Dampak lain. Saat kita punya pengalaman meraih sukses, maka kesuksesan lain akan lebih mudah kita capai. Dan pengalaman kita  menghadapi dinamika  Steemit, akan jadi pengalaman sangat berharga. Bekal menjalani masa depan.

source

Berhentilah. Tarik nafas. Kalau memang itu yang dibutuhkan. Namun ikat Steemit dengan ucapan syukur dan doa pada-Nya. Minta dikuatkan, diteguhkan hati.

Mari sahabat. Berjuang bersama. Meraih sukses di Steemit. Mencapai sukses di bidang yang sahabat sukai.

Karena sesungguhnya, musuh kita di Steemit, bukanlah harga steem yang membuat sesak nafas, bukan kekurangan upvote, tapi diri kita sendiri. Mari. Kalahkan diri kita sendiri!

Bandung Barat, Jumat 2 Nopember 2018

Salam bahagia

Cici SW

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *