Story

Mana yang Lebih Penting, Latihan atau Kinerja?

 

source

 

Ingat, latihan bukan sesuatu yang mutlak, yang penting adalah kinerja

Marc Rosenberg

 

Membaca kalimat di atas, kening saya langsung berkerut dalam. Benarkah rangkaian kata di atas?

Langsung saya mencari arti kata kinerja.

Arti kata kinerja di kamus;  (1) sesuatu yang dicapai (2) prestasi yang diperlihatkan.

Tapi kalau dipikir-pikir, dipemahaman saya, kalimat di atas ada benarnya. Selama ini niat utama saya, bergabung di Steemit untuk melatih kemampuan menulis novel. Novel yang indah, ringan, dan menginspirasi pembaca.

Indah, ringan, adalah indikator yang terlalu luas. Penetapan target dengan indikator  tidak jelas. Dan tanpa indikator  tidak jelas, sangat sulit mengukur, sampai di mana perkembangan kemampuan menulis novel saya.

Saat melihat bentangan alam indah, kita bisa menikmati  dengan netra. Merasakan ketenangan menelusup sampai hati. Meredakan ketegangan. Kulit yang terasa dingin, bila berada di dataran tinggi. Udara segar yang memasuki dada. Indah, dalam pengertian di atas, artinya, tulisan yang bisa memuaskan kebutuhan panca indra. Yang membuat, seolah kita berada di sana.

Saat ngobrol via telpon dengan abang, abang pernah bilang, “Sebenarnya makan di warteg sama di tempat mahal bedanya, kalau di warteg kita cuma kenyang perut. Tapi   kalau di tempat mahal, walaupun makanannya biasa, tapi kesan di hati setelah makan  (karena suasana tempat itu). Itu yang bikin orang balik lagi. Apalagi kalau sudah tempatnya nyaman, makanannya enak.”

Indikator hasil karya indah yaitu hasil karya yang mampu sampai ke panca indra penikmat hasil karya dan menimbulkan kesan di hati.

Ringan, artinya sederhana atau efektif. Pesan yang ingin disampaikan pada penikmat hasil karya, sampai dengan mudah.  Tanpa harus mengerutkan dahi. Dimengerti dan diterima secara alami. Seperti saat tubuh kita tertimpa sinar matahari.

Hehehehe indikator di atas, tentu saja sangat subjektif.

Mungkin karena perfeksionisme, saya membuat hal mudah jadi terlihat rumit. Terlalu mengada-ada dan dibesar-besarkan.  Tapi seperti ini, ternyata  cara saya belajar  sesuatu. Secara mendalam.

Saya teringat saat senam. Karena baru mulai ikut senam, dan gerakan kombinasi tangan dan kaki  sangat bervariasi, tentu saja sering tertinggal gerakan. Sampai tiba-tiba muncul ide, saya pelajari gerakan kaki terlebih dulu. Setelah mulai bisa mengikuti gerakan kaki, baru diikuti gerakan tangan.

 

Senam jadi lebih mudah. Saya senang sekali, saat melihat seorang senior, melakukan gerakan senam, dengan senyum di wajah. Senam membuatnya bahagia.  Tentu saja langsung ditiru.Tegang karena konsentrasi, berganti senyum. Hehehe

Dengan membedah dan menyederhanakan,  jadi bagian yang lebih kecil, target jadi terasa lebih mudah tercapai.

Dengan indikator yang jelas, latihan menulis novel yang saya lakukan, bisa lebih terarah. Tahu keterampilan yang harus dipelajari dan dikembangkan. Tahu mana yang harus diperbaiki. (Ini karena saya belajar menulis otodidak saat ini).

Berdasarkan pengalaman pribadi, dengan sangat terpaksa, saya setuju dengan kata mutiara di atas.

Kinerja akan membuat latihan kita lebih efektif. Karena ada target yang harus diraih. Mempersingkat jalan kita menuju sukses yang kita impikan.

Membuat kita berusaha dengan lebih cerdas. Melakukan latihan yang berkualitas. Bukan hanya, yang penting sering latihan.

Kalau memang ada jalan yang lebih singkat, kenapa harus melewati jalan panjang dan berliku?

Bagaimana cara sahabat belajar dan berusaha meraih mimpi?

Kenali ya, cara terbaik sahabat mempelajari sesuatu 🙂

 

Bandung Barat, Minggu 11 November 2018

Salam Bahagia

Cici SW

One Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *