Uncategorized

Problem Solver


Saat harus buka internet, judul-judul artikel memikat, tentang dua calon presiden, membuat hati saya melow. Jarang sekali berita baik. Tidak tahu, mana berita yang benar.

Jadi saya  berdoa, “Ya Allah, tempatkanlah pemimpin yang baik di negara kami. Sesungguhnya, Engkau sebaik-baik yang menempatkan.” Saya terus baca, sampai tekanan di hati mereda.

Ternyata manusia itu sangat menarik. Selain minat dan bakat, lingkungan selama bertahun-tahun, keyakinan, impian,  membentuk kita menjadi sebuah pribadi. Saya ingin tahu siapa Cici yang sebenarnya. Dari sini, sebuah perjalanan baru bisa dirancang.

Saya ikut  dua kali  test sidik jari. Dari dua lembaga berbeda. Hasilnya saling melengkapi. Tapi masih ada yang mengganjal pikiran. Kenapa saya sering sakit perut? Sering pusing? Sampai beberapa tahun terakhir, saya baru ganti hutang puasa, menjelang waktu-waktu puasa berikutnya menjelang. Parah sekali ya hehehehe

Saya percaya, rasa sakit adalah teriakan tubuh, memberitahu  ada sesuatu yang tidak selaras di bagian tubuh tersebut. Perut adalah daerah pencernaan. Sakit di bagian perut, menandakan, ada yang salah dengan cara saya mencerna sebuah peristiwa atau pemikiran.

Sakit di kepala, adalah pemberitahuan kecerdasan tubuh, “Ada yang salah dengan hidup kita. daerah.” Alhamdulillah, keadaan saya semakin membaik belakangan ini. Sangat tidak masuk akal, saya bisa sering maag dan pusing.

Akhirnya  saya ikut Test Leverage Factor, di sebuah lembaga psikologi. Semacam psikotest. Ada beberapa pertanyaan yang harus dijawab. Beberapa kali tanda tangan. Dan gambar orang lengkap.

Beberapa hasil yang saya garis bawahi

Untuk Mental Blocking : Kemarahan menempati urutan paling tinggi, di tingkat sangat mengganggu

Untuk Leverage Factor : Ambition (Kecenderungan untuk tidak mampu menerima atas gagalnya harapan pribadi karena sulit bersyukur)  menempati tempat kedua.

Saat saya mendapat tekanan, sistim syaraf, yang pertama kali terganggu. Saya langsung cari penyakit yang disebabkan saraf, sangat mengerikan. Yang ringannya, pusing. Oh, ternyata ini sumber rasa pusing yang suka saya alami. Saat mendapat tekanan, saya memang sering pusing.

Tahukan sahabat, apa emosi  penyebab penyakit yang menyerang sistim saraf?

Komunikasi. Wow …. Sederhana ya pencegahannya.

Sebagai seorang perfeksionisme, yang memiliki bawaan mendominasi, tidak mau mengalah, komunikasi menjadi sebuah hal yang membuat saya  sedikit sakit kepala. Kebiasaan memimpin koordinasi dalam waktu terbatas, melatih saya harus langsung to the point. Dalam hukum komunikasi, to the point, seringkali bukan cara yang paling bijaksana, dalam sebuah komunikasi positif.

Tapi ancaman parahnya sakit di sistim syaraf, bila saya tidak berusaha berubah, sangat mengerikan.

Saya mulai afirmasi, “Saya berkomunikasi dengan mudah dan gembira.”

Efeknya mulai terasa. Langkah terasa lebih ringan, tidak terlalu merasa terbebani.

Sekarang saya mengerti, kenapa saya selalu sangat ingin menjadi seorang novelis romance comedy. Kecerdasan tubuh, memberi solusi, tanpa saya ketahui sebabnya. setelah tahu, tentu saja, keinginan itu seperti memiliki jiwa. Hanya dua pilihannya. Hidup atau mati. Dan saya pilih hidup. Saya mau jadi orang periang, yang mampu menulis novel-novel romance comedy yang baik.

Menarik sekali ya, tahu dan kenal diri sendiri semakin dalam hehehehe

Selain afirmasi, baik diucapkan keras atau dalam hati, menulis,  bisa  jadi salah satu cara berlatih memiliki komunikasi yang lebih baik. Menulis bisa jadi salah satu jangkar, yang mempermudah saya, mengurai pikiran-pikiran yang terkadang  lalu lalang tanpa henti.

Selain komunikasi, dari hasil test di atas, saya juga harus memperdalam kemampuan bersyukur.

Saya sangat bersyukur ada di Steemit. Bisa berlatih menulis. Mengenal orang-orang hebat, dengan berbagai ketertarikan. Penulis, traveler, blogger, yang suka gambar, dan lain-lain.  Yang peduli, dengan postingan berkualitas, tanpa peduli upvote yang mereka terima.

Siapapun kita sebelum masuk di Steemit, saat bergabung, kita semua jadi anak baru. Kerja keras, kesungguhan, niat tulus, kemauan untuk belajar, jadi beberapa indikator, yang akan menempatkan posisi kita di Steemit.

Andaikata reward financial yang diterima di Steemit, tidak sesuai, dengan yang kita harapkan, Allah pasti akan memberikannya dari arah lain. Karena Allah melihat apa yang kita kerjakan, dan membalas setiap keringat dan upaya kita.

Gunjang ganjing di grup,  tentu saja sedikit menimbulkan rasa tidak nyaman. Tidak ada yang bisa saya lakukan saat ini untuk membantu Steemit, kecuali, berusaha posting sebaik-baiknya.

Dan doa, “Ya Allah. Masukanlah kami melalui pintu masuk yang benar. Keluarkanlah kami dari pintu keluar yang benar. Dan berikanlah kami dari sisi-Mu, kekuasaan yang menolong.”

Semoga Steemit menjadi platform yang semakin kondusif setiap harinya. Demi kebahagiaan tertinggi, semua pihak yang terlibat.

Bandung Barat, Selasa 20 November 2018

Salam

Cici SW

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *