• Uncategorized

    Problem Solver

    Saat harus buka internet, judul-judul artikel memikat, tentang dua calon presiden, membuat hati saya melow. Jarang sekali berita baik. Tidak tahu, mana berita yang benar. Jadi saya  berdoa, “Ya Allah, tempatkanlah pemimpin yang baik di negara kami. Sesungguhnya, Engkau sebaik-baik yang menempatkan.” Saya terus baca, sampai tekanan di hati mereda. Ternyata manusia itu sangat menarik. Selain minat dan bakat, lingkungan selama bertahun-tahun, keyakinan, impian,  membentuk kita menjadi sebuah pribadi. Saya ingin tahu siapa Cici yang sebenarnya. Dari sini, sebuah perjalanan baru bisa dirancang. Saya ikut  dua kali  test sidik jari. Dari dua lembaga berbeda. Hasilnya saling melengkapi. Tapi masih ada yang mengganjal pikiran. Kenapa saya sering sakit perut? Sering pusing?…

  • Uncategorized

    Ide Gila # 22

    Entah kenapa, rasa menu favoritnya lebih enak dari biasa. Setelah memakan semua yang terhidang, dia segera meminta meja dibersihkan. Tiba-tiba sebuah ide melintas. Dia bergegas  meraih kunci mobil. “Kalau Mama mau, malam Minggu depan, aku mau menerima  keluarga Tante Miranda. Tapi karena kami masing-masing sudah dewasa, aku harap Mama dan Tante Miranda tidak terlalu banyak berharap. Mungkin Galang juga sudah punya kekasih dan akan menikah juga. Biarkan semuanya mengalir, itu syaratnya, gimana ?” tanya Dania tanpa jeda, dengan nada dibuat sesantai mungkin, sesampainya di rumah. Seolah takut, ide itu akan menghilang. Mama Dania terdiam, Memandang Dania dengan pandangan  tidak percaya.  Tiba-tiba dia  memeluk Dania dengan mata berkaca-kaca. Sampai sejauh ini,…

  • Uncategorized

    Kisah Sang Penguntit # 21

    Dania menatap deburan ombak di hadapannya. Sudah seminggu sejak dia melihat foto Bram. Batasan waktu yang dimintanya pada Bram. Syarat agar dia mau menemui laki-laki itu, berakhir hari ini. Dania menaikkan kerah jaket yang dikenakannya. Mama tidak pernah  menyinggung, tentang janjinya pada Tante Miranda. Walaupun mama tidak mengatakan apa-apa, Dania tahu, hal itu  mengganjal hati mamanya. Dia menarik nafas panjang. Membuat mama bahagia, jadi  salah satu prioritas utama hidupnya. Apa yang harus aku lakukan?  Sore itu langit sangat cerah. Angin bertiup tidak terlalu kencang. Selain menyajikan menu-menu lezat, cafe tepi pantai ini, memiliki pemandangan sunset yang luar biasa indah. Tidak heran, pengunjung selalu memenuhi tempat ini. Kepalanya menoleh ke kiri…

  • Uncategorized

    Kesadaran Pagi # 20

    Sayup-sayup ia mendengar suara Bram bicara dengan mamanya. Tak lama kemudian mama mengetuk pintu kamarnya. Dania tidak menjawab panggilan mamanya. Malas sekali rasanya bangkit dari tempat tidur, apalagi harus menemui Bram. Lagi pula, wajahnya saat ini, pasti terlihat tak karuan. Matanya memicing, ketika seberkas cahaya mentari yang menerobos vitrase mengenai matanya. “Maaf ya Bram, sejak pulang semalam Dania terlihat aneh. Bahkan dia tidak makan malam. Apakah … kalian bertengkar?” tanya  Mama Dania . “Tidak  Tante. Tapi saya sudah salah sama Dania. Saya … kemari mau  minta maaf!” “Oh begitu … Mungkin sekarang Dania masih marah sekali. Tunggu sampai marahnya reda ya … sabar dulu .… Tidak biasanya Dania marah sehebat…

  • Uncategorized

    Bertanggungjawab 100 % # 19

    Dania menatap ke jendela yang belum tertutup sempurna, dari tempatnya berbaring. Sudah tidak ada air mata yang bisa dikeluarkan.   Lampu luar di depan jendela kamar, memperlihatkan hujan yang masih membasahi bumi. Rinai  hujan tak kunjung putus. Semesta  seperti berduka bersamanya. la ilaha illa anta. Subhanaka, inni kuntu minazzhalimin – ‘Tidak ada Tuhan selain Engkau.  Maha Suci Engkau. Sungguh aku ini termasuk orang-orang yang zalim’. La ilaha illa anta. Subhanaka inni kuntu minazzhalimin … La ilaha illa anta. Subhanaka inni kuntu minazzhalimin … Kalimat yang terucap pelan di bibir dan dalam hati secara terus menerus membuatnya tertidur. Suara geledek membuatnya kembali  terjaga. Matanya terbuka lebar. Kecewa langsung menghantam, begitu ingatan tentang Bram…

  • Uncategorized

    Linimasa # 18

      Bab Enam Myelin Kasih Bram menoleh, ketika sebuah tawa bahagia memasuki gendang telinganya. Seorang gadis cantik sebaya dirinya, berjalan diapit kedua orangtua. Sinar mentari pagi, yang sesekali mampu menerobos rimbun dedaunan. Membuat wajah gadis itu terlihat memancarkan cahaya. Mereka  bertiga berjalan santai menuju ruang daftar ulang. Bibir Bram manyun. Kedua orangtuanya, sudah memaksa ingin ikut. Namun dia melarang mereka. Dia pikir, tidak akan ada yang bawa orangtua. Dia tidak mau dicap ‘anak mami’ di tempat kuliah. Ternyata, ada yang lebih parah dari dia. Percaya diri sekali  anak perempuan itu. Dia tidak terlihat malu atau risih, diantar kedua orangtuanya. Malah terlihat sangat gembira. Ekor matanya terus memperhatikan, tiga orang menarik,…

  • Uncategorized

    Dapat Nilai A. Perlukah?

    Kepuasan terletak pada usaha, bukan pada hasil. Berusaha dengan keras adalah kemenangan yang hakiki. Mahatma Gandhi Saya sempat berdiskusi dengan para sahabat, yang karena keterbatasan waktu  jadi terpotong. Entah akan berlanjut, atau berhenti sampai di sana. Topik yang diangkat. Perlukah punya ambisi dapat nilai A? Hehehehe kami memiliki cara melihat  berbeda. Kami masih belum menemukan titik temu,  setelah bertahun-tahun berdiskusi tentang topik ini. Pantas saja,  para anggota dewan, kalau rapat lama sekali. Urusan seperti ini saja, belum ada solusi, setelah lebih dari hitungan 3 x 365 hari hehehehe Nilai A, yang hanya sebatas nilai di atas kertas. Bukti intelegensi semata. Bukan itu arti nilai A, dalam pikiran saya. Dalam persepsi…

  • Story

    Mana yang Lebih Penting, Latihan atau Kinerja?

        Ingat, latihan bukan sesuatu yang mutlak, yang penting adalah kinerja Marc Rosenberg   Membaca kalimat di atas, kening saya langsung berkerut dalam. Benarkah rangkaian kata di atas? Langsung saya mencari arti kata kinerja. Arti kata kinerja di kamus;  (1) sesuatu yang dicapai (2) prestasi yang diperlihatkan. Tapi kalau dipikir-pikir, dipemahaman saya, kalimat di atas ada benarnya. Selama ini niat utama saya, bergabung di Steemit untuk melatih kemampuan menulis novel. Novel yang indah, ringan, dan menginspirasi pembaca. Indah, ringan, adalah indikator yang terlalu luas. Penetapan target dengan indikator  tidak jelas. Dan tanpa indikator  tidak jelas, sangat sulit mengukur, sampai di mana perkembangan kemampuan menulis novel saya. Saat melihat bentangan…

  • Fiction

    Porak Poranda Mimpi # 17

    “Tadi pasien terakhir, Dok,” ujar suster begitu, seorang ibu setengah baya keluar dari ruang praktek. “Alhamdulillah, sudah selesai, praktek hari ini.” Dania mulai membereskan barang-barangnya. “Iya, Dok. Pasien Dokter Dania  tambah lama tambah banyak. Katanya tangan Dokter dingin,” ujar suster lagi. “Alhamdulillah, Allah memberikan kesembuhan melalui saya … kenapa suster?” tanya Dania, ketika melihat suster berdiri kebingungan di ambang pintu. “Ade sakit?” Suster menggeleng cepat. “Terima kasih, Dok, sudah perhatian sekali sama keluarga saya … Dokter tidak apa-apa?” tanya suster dengan kekhawatiran yang tidak bisa lagi disembunyikannya. “Yang tadi sebelum praktek?” tanya Dania riang. “Tidak apa-apa, terima kasih sudah mencemaskan saya.” Kepala suster mengangguk kecil berulang kali. “Dokter Dania memang…

  • Fiction

    Selaput Kecewa

    Dania bergegas  berjalan menuju ruang rapat dokter. Muka Bram ditekuk, saat dia masuk ruangan. “Sorry, sudah lama nunggu?” tanya Dania, seraya duduk berhadapan dengan Bram. Dia sudah melebihkan perkiraan jam selesai praktek. tapi tidak diduga, pasien hari ini membludak. “Satu jam, “  sahut Bram sambil melihat arloji. “Waktunya kayaknya sekarang engga pas. Lain kali aja ya, kita ngobrolnya,” tukas Dania, melihat postur tegang tubuh Bram. “Sekarang aja, Dania! Waktu break  shooting aku engga lama. Aku akan lebih sibuk minggu-minggu depan,”  ujar Bram tegas. Dania berpikir sesaat. Dia menarik nafas panjang. Melakukan ini lebih susah, dari pada harus melakukan operasi paru berjam-jam. “Baiklah …. Mama kemarin bilang ke aku, katanya dia…