• Uncategorized

    Dapat Nilai A. Perlukah?

    Kepuasan terletak pada usaha, bukan pada hasil. Berusaha dengan keras adalah kemenangan yang hakiki. Mahatma Gandhi Saya sempat berdiskusi dengan para sahabat, yang karena keterbatasan waktu  jadi terpotong. Entah akan berlanjut, atau berhenti sampai di sana. Topik yang diangkat. Perlukah punya ambisi dapat nilai A? Hehehehe kami memiliki cara melihat  berbeda. Kami masih belum menemukan titik temu,  setelah bertahun-tahun berdiskusi tentang topik ini. Pantas saja,  para anggota dewan, kalau rapat lama sekali. Urusan seperti ini saja, belum ada solusi, setelah lebih dari hitungan 3 x 365 hari hehehehe Nilai A, yang hanya sebatas nilai di atas kertas. Bukti intelegensi semata. Bukan itu arti nilai A, dalam pikiran saya. Dalam persepsi…

  • Uncategorized

    Persimpangan

    Bab Lima Persimpangan   Bram menarik nafas lega, saat lampu studio dimatikan. Seperti biasa, tak lama kemudian, dia diserbu penonton studio. Penonton kali ini berbeda. Anggota tempat fitness eksklusif. Wanita-wanita cantik berkelas, mayoritas yang hadir di studio. Dia menanggapi dengan senyum, godaan-godaan, baik yang halus maupun terang-terangan. Akhirnya rombongan mahluk-mahluk cantik itu, berjalan menuju pintu keluar. “Kamu lagi kenapa, Bram?” tanya Neni, teman sekelasnya dulu saat SMA,  sekaligus produser acara talkshow yang dipegangnya. Wanita cantik bertubuh langsing itu, duduk di hadapannya. Studio mulai kosong. Para anggota kru, perlahan  bergerombol keluar. “Pak Dokter, saya duluan, ya,” Sutradara mengacungkan jempol ke arahnya. Bram mengangkat tangan. Dia melihat sang sutradara berjalan keluar, sembari…

  • Uncategorized

    Human, Desire, Hope # 6

    source Galang berdiri mematung. Otaknya berputar cepat. Dari balik kaca mata hitam, dia melihat Dania berjalan semakin mendekat. Sebelum sempat bereaksi, gawai Dania berdering. Wanita itu langsung berbalik arah menuju mobilnya, setengah berlari. Dengan hati lega, Galang menjalankan motor. Dahinya berkerut dalam, mendengar teriakan deru mesin mobil Dania. Pasti panggilan darurat dari rumah sakit. Dia harus berhenti membuntuti Dania, hari ini. Setelah nyaris ketahuan kemarin, ia kembali menyerahkan tugas membuntuti Dania, pada orang kepercayaannya. Apa yang terjadi? Kenapa Dania pergi ke tempat itu? Kalau tidak melihat dengan mata kepala sendiri, dia tidak akan percaya. Benar-benar di luar kebiasaan wanita itu. Dia bangkit, menggeser  pintu kantor yang mengarah  ke  luar. Seperti…

  • Uncategorized

    Hati Pemenang

    Hati Pemenang source   Pribadi pemenang   Sosok yang tidak mengenal rasa takut Pada hati mereka Karena sesuatu yang buruk Hal tidak menyenangkan yang diduga akan terjadi Sebanding  bahaya yang  dipersepsikan pikiran   Tidak merasa cemas Permainan pikiran sesuatu yang mengerikan akan terjadi Tapi  tidak mengetahui apa yang ditakuti itu   Tidak merasa khawatir Pada masa depan Atas sesuatu  yang belum terjadi dan ambigu Akibat kelemahan pikiran Karena kurangnya pemahaman dan pengetahuan   Dan tidak bersedih hati Ketika keinginan, harapan, dan doa Belum  sesuai realita hidup   Wahai Yang Maha Luas, Maha Mengetahui Luaskanlah hati, pikiran, dan jiwaku Karuniakan ilham pada ketiganya Agar  selalu mengikuti petunjuk- Mu Agar selalu memperbaiki…

  • Uncategorized

    Perlukah Kita Belajar Blockchain?

    Perlukah kita Belajar Blockchain? Novel The Secret Life of Mara sudah selesai. Saya sedang menyiapkan novel lain yang akan di posting. Saya menceritakan  sinopsis dua novel yang sudah saya tulis beberapa tahun lalu pada Ade. Meminta pertimbangannya, mana yang ingin dibacanya terlebih dahulu. Memang dari  beberapa novel yang saya tulis, hanya novel Mara, yang saya ijinkan dia membacanya. Yang lainnya masih belum lulus sensor hehehehe. Pilihannya jatuh pada novel Dania. Saya harus mulai mengedit, memugar, dan revisi hampir 75 persen, novel ini, hingga Ade bisa membaca novel  berjudul Dania. Saat riset, ada beberapa fakta  yang  baru saya ketahui, dan cukup mencengangkan. Dari sebuah artikel, saya mendapat informasi, lima orang kaya…

  • Uncategorized

    Rezeki dari Arah Tak Terduga# 61

    “Baru belajar,” Mara menetralisir suasana yang tiba-tiba menjadi hening. “Ayo, Mara. Coba main piano! Pengen tahu, baru belajarnya Mara, seperti apa?”  ujar  Moko. Dia sempat tidak percaya, ketika diberitahu Mara mengalahkan Nendo main tenis. Padahal dari cerita Burhan, istri Nendo baru latihan empat bulan terakhir. Langsung bisa mengalahkan Nendo, walaupun harus jatuh bangun mendapatkan nilai poin per poin? Itu terdengar seperti sebuah keajaiaban. Mara menoleh ke arah Nendo. “Engga apa-apa, sekalian latihan untuk besok,” ujar Nendo santai. “Kenapa besok, Nen?” tanya Dudi. “Mau ada acara perkenalan Mara. Kebetulan temen mama juga ada yang dateng. Biasanya mama nemenin mereka. Karena masih sibuk banget, mama minta tolong Mara, wakilin mama. Kalau ada…

  • Uncategorized

    Lompatan Kuantum# 45

      Jantung Mara berdetak kian bertambah cepat, melihat wajah Mas Nendo semakin mendekat. Kekhawatiran tentang mama lenyap dari pikirannya. Otaknya seperti kosong. Tubuhnya tiba-tiba terasa lemas. Matanya dipejamkan, untuk menahan perasaan asing yang dirasakannya. Kepalanya tanpa sadar ditekankan ke sandaran kursi. Melihat kedua mata Mara menutup, membuat Nendo semakin lupa diri. Ketika bibirnya akan menyentuh bibir Mara, dia melihat Mara menekankan kepalanya ke sandaran kursi. Dia berhenti, dengan cepat menjauhkan diri. Mara membuka mata, ketika merasa  mobil bergerak. Wajahnya merah padam menahan malu. Dia diselamatkan oleh suara deringan gawai. Tangannya gemetar, ketika  ia merogoh tas. “Mama …” Dia melihat ke arah suaminya,  yang telah meminggirkan kembali mobil. Suaminya menyandarkan kepala…

  • Uncategorized

    Hati-hati dengan Apa yang Kita Inginkan

      Jumat pagi di rumah duka,  saya sedang melihat sebuah buku di bawah meja, Le Diah bilang, “Ci, kalau mau buku Le Ato, ambil aja. Ini juga bingung, buku-buku  mau pada dikemanain.” Di antara anak-anak dan beberapa adik dan sepupu saya, sepertinya gemar membaca berbagai disiplin ilmu Le Ato, menurun pada saya. Setelah saya meminta izin pada anak kedua Le Ato dan suaminya, yang kebetulan ada di ruangan yang sama dengan kami berdua, saya dan Le Diah, saya langsung ke atas, memilah buku di lemari buku. Ada sebuah buku, di antara ratusan buku. Walaupun saya sering melihat lemari buku Le Ato, baru ini kali pertama saya melihatnya. Saya punya satu…