• Uncategorized

    Rezeki dari Arah Tak Terduga# 61

    “Baru belajar,” Mara menetralisir suasana yang tiba-tiba menjadi hening. “Ayo, Mara. Coba main piano! Pengen tahu, baru belajarnya Mara, seperti apa?”  ujar  Moko. Dia sempat tidak percaya, ketika diberitahu Mara mengalahkan Nendo main tenis. Padahal dari cerita Burhan, istri Nendo baru latihan empat bulan terakhir. Langsung bisa mengalahkan Nendo, walaupun harus jatuh bangun mendapatkan nilai poin per poin? Itu terdengar seperti sebuah keajaiaban. Mara menoleh ke arah Nendo. “Engga apa-apa, sekalian latihan untuk besok,” ujar Nendo santai. “Kenapa besok, Nen?” tanya Dudi. “Mau ada acara perkenalan Mara. Kebetulan temen mama juga ada yang dateng. Biasanya mama nemenin mereka. Karena masih sibuk banget, mama minta tolong Mara, wakilin mama. Kalau ada…

  • Uncategorized

    Lompatan Kuantum# 45

      Jantung Mara berdetak kian bertambah cepat, melihat wajah Mas Nendo semakin mendekat. Kekhawatiran tentang mama lenyap dari pikirannya. Otaknya seperti kosong. Tubuhnya tiba-tiba terasa lemas. Matanya dipejamkan, untuk menahan perasaan asing yang dirasakannya. Kepalanya tanpa sadar ditekankan ke sandaran kursi. Melihat kedua mata Mara menutup, membuat Nendo semakin lupa diri. Ketika bibirnya akan menyentuh bibir Mara, dia melihat Mara menekankan kepalanya ke sandaran kursi. Dia berhenti, dengan cepat menjauhkan diri. Mara membuka mata, ketika merasa  mobil bergerak. Wajahnya merah padam menahan malu. Dia diselamatkan oleh suara deringan gawai. Tangannya gemetar, ketika  ia merogoh tas. “Mama …” Dia melihat ke arah suaminya,  yang telah meminggirkan kembali mobil. Suaminya menyandarkan kepala…

  • Uncategorized

    Hati-hati dengan Apa yang Kita Inginkan

      Jumat pagi di rumah duka,  saya sedang melihat sebuah buku di bawah meja, Le Diah bilang, “Ci, kalau mau buku Le Ato, ambil aja. Ini juga bingung, buku-buku  mau pada dikemanain.” Di antara anak-anak dan beberapa adik dan sepupu saya, sepertinya gemar membaca berbagai disiplin ilmu Le Ato, menurun pada saya. Setelah saya meminta izin pada anak kedua Le Ato dan suaminya, yang kebetulan ada di ruangan yang sama dengan kami berdua, saya dan Le Diah, saya langsung ke atas, memilah buku di lemari buku. Ada sebuah buku, di antara ratusan buku. Walaupun saya sering melihat lemari buku Le Ato, baru ini kali pertama saya melihatnya. Saya punya satu…