• Fiction

    Dania, Doctor with Holistic Lifestyle Concept. I Want My Life, A Romance Novel by Cici SW

    Saya ingin mulai belajar menulis novel lagi. Mempertimbangkan berbagai hal dan masukan, pilihan jatuh pada sebuah karya dengan judul ‘Dania’. Berikut  sinopsis novel Dania. I WANT MY LIFE Rasa bersalah karena tidak mendampingi saat-saat terakhir kekasihnya,  membuat Galang Fatihuddin mengunci hati. Menenggelamkan diri pada passionnya,  ia mengambil master business di Cambridge. Berbekal warisan sebuah novel  karya Rory Valdi Pradakian, yang dititipkan pada Silvie,  saudara kembar almarhumah. Dania, seorang internis,  memilih praktek sebagai dokter umum. Karena tidak suka dipuji orang, ia  menyembunyikan profesi lainnya pada keluarganya. Setelah delapan tahun menjalin hubungan dengan Bram, teman kuliah satu angkatan, ia  ingin  melanjutkan hubungan ke tingkat yang lebih serius. Mama Dania dan Mama Galang,…

  • Fiction

    Indahnya Persahabatan # 60

    source Waktunya berganti tempat. Ia berjalan melalui tempat duduk Burhan. “Mara, kenalkan ini Burhan … Ini Mara, istriku.” Burhan yang sedang menjabat tangan Mara, melihat Nendo dengan alis berkerut. “Hehehe, masih muda ya,” komentar Nendo dengan senyum lebar. “Gue kirain ponakan loe yang lain,” sahut Burhan seraya kembali mengarahkan pandangannya pada Mara. “Kenapa mau, kawin sama om-om?” tanyanya serius pada Mara. “Sialan loe... makin tua makin banyak santennya, lagi!  Eh, lepasin tuh tangan!” seru Nendo ketika melihat Mara berusaha melepaskan tangannya dengan sopan, namun Burhan masih belum melepaskannya. “Sorry, lupa!” Burhan cengar-cengir sendirian. “Lagi imbang nih. Kita main satu set lagi dulu, ya,” ujar  Nendo dengan suara penasaran. Mara melihat…

  • Fiction

    Langkah Hati # 59

    Bab Lima Belas Langkah Hati “Kita mau kemana, Mas ?” tanya Mara, sesaat setelah mereka keluar gerbang rumah, dan melaju di tengah padatnya lalu lintas. source “Kau sering sekali  mendengarkan sound musik tentang  pantai. Aku akan mengajakmu ke sana …  tempat aslinya… tapi karena teman-temanku akan datang nanti sore … kita akan ke lokasi terdekat.” Nendo menyandarkan kepala ke sandaran kursi. Tangannya meraih tangan Mara. Dia mencium lembut punggung tangan istrinya. “Ada apa, Mas?” “Hm,” sahut Nendo lirih. “Bukan sifatmu, ingin menunjukkan apa yang kau miliki?” desak Mara lembut. Wajah Mas Nendo tidak seperti biasanya. Yang sedang dilihatnya saat ini dari samping, wajah yang tidak menampilkan emosi apa pun. Sesuatu…