• Fiction

    I Love Myself

    Mara menghembaskan tubuh ke sofa. Matanya tak berkedip menatap ranjang tempat tidur rumah sakit. Menikah? ¬†Tangannya dimasukkan ke saku jaket. Ujung jarinya menyentuh sebuah benda. Perlahan Mara mengeluarkan benda itu. Matanya tidak berkedip memandang kotak kecil berwarna hitam. Dia menarik nafas dalam. Wajah ganteng Firman terbayang di pelupuk matanya. “Maaf, waktu itu aku datang terlambat … waktu sampai sana, kamu sudah pergi,” ujar Firman perlahan. “Aku harus langsung ke kota, jadi tidak sempat lagi ke rumah kamu.” Mara memandang Firman dengan dua alis terangkat. Firman tersenyum lebar. Jantung Mara berdetak kencang. Wajah yang diam-diam sering dirindukannya, benar-benar hadir nyata. Tidak akan menghilang, seperti biasanya. “Aku sudah bilang ke mama aku.…