• Fiction

    Buhul (Tali) yang Kukuh # 17

    Untuk ke sekian kali, Mara membaca surat itu. Lama kelamaan tulisan Tuti semakin kabur. Mara menghapus airmatanya. Ayah sakit. Mama tidak bisa bawa ke dokter, karena tidak punya uang. Nafasnya terasa sesak. Kalau menuruti kata hati, ingin sekali dia langsung pulang kampung. Mama pasti sangat repot. Bikin kue untuk jualan. Ngurus Ayah. Tapi dia tidak punya uang sepeser pun. Bekal dari mama sudah habis untuk membeli keperluan pribadi. Syukurlah dia bisa jalan kaki ke tempat kursus. Kadang Kak Heri suka mengantar, kalau pulang dari  tempat les, dia menengok ibu Kak Heri yang sakit-sakitan. Ibu Kak Heri suka ngobrol dengannya. source Mara tidak berani minta uang pada Pakde Parman. Dia  membaringkan…

  • Fiction

    The Secret Life of Mara # 15

    Bab Empat Wajah Dalam Cermin source Mara memeluk buku The True Power of Water  Masaru Emoto. Dia memejamkan mata. Kata-kata memiliki pengaruh atas tubuh. Karena tubuh kita sebagian besar terdiri dari cairan. Dia bangkit dari kursi,  berdiri di depan cermin. Melihat  seraut wajah sendu  balik menatap. Matanya meneliti raut itu  dengan seksama. Bagian bawah wajah agak persegi. Walaupun tidak seputih wajah Nida, tapi tidak ada jerawat  dan bekas jerawat di sana. Alis  hitam. Bibir agak kemerahan. Aku selalu berkata dalam hati, cantik sekali Nida. Tiba-tiba Mara tersenyum. Cantik sekali kamu, Mara. Wajah Mara melengos dari cermin. Sesuatu mengusik hatinya. Kenapa engga? Apa ruginya? Toh tidak ada seorang pun yang tahu.…

  • Story

    Why me? Why not?

    Saat mengikuti sebuah pelatihan guru PAUD, narasumber mengatakan beliau belajar Quantum Healing. Setelah selesai, saya mendekati pembicara. Bertanya mengenai Quantum Healing. Saya tertarik mempelajari Self Healing. Beliau mengatakan waktu itu pelatihannya di Jakarta dan sangat mahal. Karena banyak tingkatannya. Saya tinggal di Kabupaten Bandung Barat.  Jadi saya hanya mengangguk. Sempat bertanya mengenai aura, beliau mengatakan itu adalah Biofisika. Ma syaa Allah. Saya lihat dari salah satu buku-buku warisan  Le Ato, terdapat Quantum Healing By Syamsul Balda. Saya baru baca sekilas. Di sana dibahas dzikir, energi penyembuh dalam Alquran, power of mind, quantum touch, olah teknologi, olah nafas, olah fikir, olah rasa, olah jiwa, mengoptimalkan energi dan cakra. Beberapa disiplin ilmu…

  • Fiction

    The Secret Life of Mara # 14

    “Pak Nendo!” seru Hanan gembira. Dia menghampiri seorang laki-laki muda, yang sedang sibuk melihat-lihat buku. “Hanan! Sendiri?” tanya Nendo “Sama temen, Pak. ” Hanan menoleh ke arah Mara yang berdiri  di belakangnya. “Lihat-lihat aja dulu, Mara!” source Nendo mematung  sesaat. Matanya langsung  mengarah pada orang yang ditunjuk Hanan. Mara? Gadis itu  serta merta mengangguk, mendengar instruksi Hanan. Dengan cepat Nendo memusatkan   perhatian, pada Hanan yang terus bertanya.  Sesekali,  dari  ekor matanya dia  mengawasi Mara.   source Tanpa disuruh dua kali, Mara langsung berjalan ke arah rak yang bertuliskan komputer. yang sudah dilewatinya. Sebelum sampai, langkahnya terhenti di depan rak bertuliskan Pengembangan Diri. “Sudah selesai, Mara?” tanya Hanan. “Ya ……

  • Fiction

    The Secret Life of Mara # 13

    “Budemu sudah cari informasi … ada tempat kursus bagus, dekat rumah,” suara Pakde Parman bagaikan hujan di tanah kering retak  hati Mara. “Kamu engga usah mikirin biaya … yang penting belajar aja … serap apa pun yang bisa di pelajari di sana.” “Iya, Pakde. Terima kasih banyak.” Mara menarik nafas lega perlahan. Subhanallah. Subhanallah .… Ibu sudah berpesan, agar menjaga sikap di depan Bude. Kalau Bude sendiri yang mencarikan tempat kursus, tentu tidak akan bermasalah. Pakde Parman mengajaknya mampir  ke tempat les komputernya. Hatinya gembira. Gedungnya lebih bagus, dari bangunan sekolahnya di kecamatan. source Mara mengatupkan mulut yang tanpa sadar menganga, melihat rumah Pakde Parman. Dia pernah mendengar saudara-saudara yang…

  • Fiction

    The Secret Life Of Mara #12

    “Pak Parman, saya duluan,” ujar Nendo. “Baik, Pak … secepatnya, saya akan ajak Mara menemui Bapak,” sahut Pak Parman dengan wajah  lega. “Tidak usah!” sergah Nendo cepat “ … nanti saja, kalau lapangan futsalnya sudah jadi. Seperti biasa, kita akan adakan pelatihan singkat untuk para pegawai baru.” Kepala Pak Parman mengangguk. Jadi namanya Mara. Sudut bibir Nendo naik sedikit. Nendo mengerutkan alis dalam-dalam, ketika sadar dia senyum, hanya karena mendengar sebuah nama. Setelah  balas mengangguk,  Nendo  bergegas jalan.  Alisnya bertaut, hatinya  benar-benar tidak ingin bertemu anak itu saat ini. Tangan Nendo yang akan  menekan tombol untuk  menyalakan mesin mobil, terhenti di udara. Matanya mengikuti Pak Parman dan Mara yang melintas…

  • Fiction

    The Secret Life of Mara # 11

        source Bab 3 Kulminasi   Nendo memperhatikan sungai kecil berair jernh. Batu-batuan besar berserakan di beberapa tempat. Aliran air dari hulu sungai tidak sederas saat musim hujan. Namun cukup memanjakan mata dan telinga.  Air selalu mampu menjernihkan pikirannya. Sudah dua jam dia berdiri di tepi sungai di atas bebatuan. Dia bisa melihat pasir hitam di dasar sungai. Pandangannya mengarah kembali ke puncak pegunungan yang mengelilingi  salah satu tempat berlibur favoritnya.   source   Syukurlah, karena mendadak, tidak ada satu pun dari  tiga  sahabat SMA-nya yang diajak bisa ikut. Mereka berempat memang  berkomitmen, untuk terus melakukan hobi berpetualang di alam bebas. Saat ini dia butuh  waktu sendiri. Semalam pun…

  • Uncategorized

    Hati-hati dengan Apa yang Kita Inginkan

      Jumat pagi di rumah duka,  saya sedang melihat sebuah buku di bawah meja, Le Diah bilang, “Ci, kalau mau buku Le Ato, ambil aja. Ini juga bingung, buku-buku  mau pada dikemanain.” Di antara anak-anak dan beberapa adik dan sepupu saya, sepertinya gemar membaca berbagai disiplin ilmu Le Ato, menurun pada saya. Setelah saya meminta izin pada anak kedua Le Ato dan suaminya, yang kebetulan ada di ruangan yang sama dengan kami berdua, saya dan Le Diah, saya langsung ke atas, memilah buku di lemari buku. Ada sebuah buku, di antara ratusan buku. Walaupun saya sering melihat lemari buku Le Ato, baru ini kali pertama saya melihatnya. Saya punya satu…

  • Story

      Hari ini, Kamis 5 Juli 2018, pukul 12.20 WIB, adik mama saya, Sapto Trilaksono, saya memanggilnya Le Ato, meninggal dunia. Saya banyak sekali memiliki kenangan bersamanya. Rumah mama dulu bersebelahan dengan rumah Mbah Kakung. Le Ato tinggal bersama Mbah Kakung. Le Ato sangat pintar. Setelah kuliah di UI, meneruskan S2 di Filipina. Jadi direktur termuda di  perusahaan BUMN, di usia 36 tahun. Waktu SD, saat saya harus berenang, Le Ato sering datang menjemput. Padahal dia baru pulang kerja, di daerah Gunung Sahari. Tempat berenang saya di dekat Cinangka, dari ujung ke ujung. Dia yang pertama kali mengenalkan KFC. Waktu itu saya ada study tour ke Ancol dari sekolah. Sewaktu…

  • Fiction

    The Secret Life of Mara #10

          pixabay Setelah mampu menghentikan tangis, mama menatap matanya lama.  Tidak berkata apa pun. Namun seperti membaca dari matanya.  Tiba-tiba sebuah senyum merekah di bibir mama. Tangannya mengembang. Mara lari ke pelukan mama. Dia memejamkan mata, berupaya keras  tidak mengeluarkan airmata. Mara tahu, mama mengerti mengapa dia memilih jalan ini. Mara menggigit bibir, ketika merasa ayah menepuk-nepuk bahunya perlahan. Ridha orangtua sudah diperoleh. Dia hanya mampu meminta maaf pada keduanya dalam hati, sepanjang malam. Berjanji pada Allah, memohon padanya, agar dia diberi anugerah, hingga bisa menggantikan  airmata kesedihan dan hilangnya harapan mama dan ayah, berkali-kali lipat. Tak henti Mara memohon ampun pada-Nya, sampai  jatuh dalam pelukan malam. Dia…