• Story

    Sudah Siap Menikah?

    Bertepatan dengan hari santri, 22 Oktober, kami sudah 23 tahun bersama. Awal perkenalan kami berdua, gara-gara parcel. Saat itu saya tinggal bersama keluarga almarhum Le Ato. Suatu malam, pintu rumah diketuk. Karena tidak ada orang, terpaksa saya yang keluar. Ada yang mengirim parcel untuk Le Diah. Setelah tanda tangan, salah seorang dari mereka minta minum. Ketika saya keluar membawa air minum, terdapat sekelompok anak kuliah di ambang pintu. Yang minta minum, meminta nomor telepon rumah, katanya, bosnya suka cross check, apakah benar kiriman sudah sampai. Yang minta nomor telepon saya, bukan Duzan (mantan saya). Singkat cerita saya dan Duzan segera menjadi sahabat baik. Satu setengah tahun, kami suka bertemu dan…

  • Fiction

    Proposal # 13

      “Ngomong aja sama Galang, via telpon. Kasih tahu kondisi yang sebenarnya. Ini sih kan sekedar sebuah pemberitahuan. Proposal.” Malik menatap wajah istrinya, yang tampak sumringah. Miranda segera meraih hpnya.   Sambil tiduran di sofa kesayangannya, Galang memencet remote tv. Belum ada siaran yang menarik perhatiannya. Matanya melirik jam dinding. Sudah setengah jam dia berganti-ganti chanel. Pikirannya kembali melayang-layang. Mencerna  informasi  baru. Ternyata …  Dania adalah Nia, gadis manis yang selalu ditarik-tarik rambut panjangnya, saat dia masih SMP. Keinginan untuk menyerah menguap. Dania berasal dari keluarga baik-baik. Nilai tambah wanita itu. Selama belum ada janur kuning melengkung, dia masih punya kesempatan. Dia akan masuk dari titik terlemah Bram. Gawai  Galang…

  • Story

    Apa yang Sahabat Takutkan?

      Kemarin sore saya berangkat ke Jakarta. Menjalankan tugas kenegaraan menemani mantan. Alhamdulillah, jadwal di PAUD  hari Selasa pas hari libur. Jadi saya tidak harus izin tidak masuk hari ini. Alhamdulilah, bisa silaturahmi dengan orangtua  dan keluarga adik  laki-laki saya. Ada nasi goreng yang dimasak pagi hari belum habis. Karena tidak ingin membuang makanan, saya masukkan sisa nasi goreng ke dalam mangkuk hijau. Rencananya akan dimakan di jalan.  Terlintas dalam hati,  saya mau bawa balik lagi besok. Jangan sampai mangkok hijau, tidak kebawa kembali ke rumah. Tahukah sahabat apa yang terjadi? Mangkuk hijau saya tertinggal. Cerita sebelumnya. Karena tidak ingin terlalu malam, sampai di rumah saat main ke Jatinangor Sabtu…

  • Story

    Fleksibilitas Metode Berpikir dan Keyakinan

    Niat awal hanya mau ke Lembang, makan siang. Sesampai di sana, lanjut sampai Gunung Tangkuban Perahu. 29,5 km dari tempat saya tinggal. Sebenarnya, hari Sabtu dan Minggu, sengaja saya alokasikan, untuk menyiapkan materi yang akan diposting minggu depan. Namun Sabtu pagi saya harus rapat kepala sekolah se-kecamatan sampai menjelang dzuhur. Sampai rumah, ketiduran  sampai sore. Malamnya, karena Ade tidak bisa pulang, gantian kita berdua yang apelin Ade ke Jatinangor. Minggu pagi setelah beres-beres rumah, mantan saya mengajak pergi. Sebenarnya sudah lama dia mengajak saya. Touring. Tapi kebayang, naik motor,  panas-panas, biasanya saya gampang masuk angin. Kepala terasa berat. Perut kembung. Pundak rasanya berat sekali. Tapi hari itu, entah kenapa saya…

  • Story

    Saya Iri

    Rabu, 17 Oktober 2018, beberapa saat menjelang magrib, saya bertemu seorang teman. Setelah bicara ngalor ngidul, tiba-tiba dia berkata, “Bu, saya teh kalau ada masalah kan, pengennya keluar. Karena sudah tidak ada yang harus diurus di rumah, jadi saya keluar. Berhenti makan, di tempat saya pengen makan.” “Me Time, ya, hehehe,” ujar saya, Kepalanya mengangguk seraya tersenyum. “Ya, me time.” Kami  berdua terus berjalan perlahan menuruni undakan tangga mesjid, “Pernah suatu kali, saya ada masalah yang menurut saya berat … saya muter aja, setelah makan, jalan lagi … engga disengaja, saya  lewat mesjid. Saat itu sudah Slewat waktu dzuhur, jadi saya mampir ke mesjid … Saya ke lantai atas,  tidak…

  • Fiction

    Kuali Hati # 12

    “Hm ….” sahut Dania lembut, “Ada apa, Mama sayang? … Mama tadi makan di mana,  sama Tante Miranda?” “Eh … banyak … napak tilas … Dania … tadi Galang datang. Kamu masih ingat Galang?” “Oh, yang suka  tarik rambut aku dulu ya? …. Masihlah, Ma. Gimana kabarnya dia sekarang? …. Anaknya sudah berapa?” tanya Dania dengan senyum lebar. “Lho! Kok nanyanya begitu?” sungut Mama Dania. “Engga anehlah, Ma! Waktu aku masih SD aja, dia kan sudah SMP …. Dia beberapa  tahun di atas aku. Kalau sudah menikah dan punya anak, ya wajar kan,” sahut Dania,  sembari  membuka pembungkus  plastik buku baru. “Dia belum menikah … punya pacar juga engga.” Dania…

  • Fiction

    Transformasi. Untuk siapa? # 10

    source Dania  menarik nafas lega, begitu melihat sosok Bram sedang duduk  di cafetaria.  Laki-laki itu sibuk menulis di laptop. Dia mempercepat langkah. “Sorry, Bram. Baru selesai. Sudah lama?” Dania menarik kursi di hadapan Bram. Bram melihat arlojinya sekilas. “Lumayan,” sahut Bram tanpa mengalihkan pandangan dari laptop. Tangannya terus sibuk mengetik. “Mau makan apa, Bram?” tanya Dania, begitu melihat hanya ada gelas bekas minum di atas meja. Perutnya keroncongan. “Aku engga bisa lama …. “ Kalimat Bram terhenti, ketika kepala itu akhirnya mendongak. Mata Bram  tidak teralih dari wajahnya. Dada Dania mengembang dengan kebahagiaan. Sudah lama sekali, Bram tidak menatapnya seperti ini. “Aku ganti model rambut. Gimana, pantes engga?” Dania memegang…

  • Fiction

    Dokter Dania # 9

      source Dania  sengaja parkir di  jajaran depan mobil Bram parkir. Dia  menatap mobil Bram, dengan perasaan tidak menentu. Aneh, apa yang kurasakan saat ini? Dania mengeleng-gelengkan kepala. Berusaha mengusir emosi  negatif yang tiba-tiba menyergap. Dia memaksakan  senyum di wajah dan  di  hati. Setelah merasa lebih nyaman  dan tenang, baru tangan Dania meraih handle pintu. Sesaat matanya melihat ke arah spion atas. Senyumnya melebar. Seperti biasa, pasien sudah banyak yang menunggu. Pasiennya lintas usia. Sambil tersenyum, pada para pasien yang sudah duduk rapi di ruang tunggu, dia masuk ruangan. Jam di dinding putih ruang praktek , di atas lemari obat  menunjukkan pukul 8.45. source Alhamdulillah, aku bisa menenangkan diri terlebih…

  • Story

    How Heavy is Your Head?

    How Heavy is Your Head? Tanpa sengaja  membaca sebuah postingan, Teknik Revolusioner Menghilangkan Psikomatik, Creativity Lock, dan Emosi Negatif, Tanpa Menceritakan Masalah Anda ke Terapis. Sebuah judul dan materi yang sanggat menggoda. Saya sangat tertarik dengan kebahagiaan dan kegembiraan, serta pemberdayaan maksimal potensi manusia. Tanpa menceritakan masalah ke orang lain, mengisyaratkan,  kita mampu melepaskan tekanan dan trauma. Baik yang kita sadari maupun yang tidak kita sadari. Zaman now, stress bisa dikatakan sangat akrab dengan keseharian kita. Punya cara ampuh, bisa melepaskan stres atau ketegangan, seperti memiliki tongkat ajaib di tangan. Karena hanya orang bahagia saja, yang bisa memaksimalkan potensi mereka. Kenapa? Dengan bahagia, kita bisa lebih melihat sudut positif segala…

  • Fiction

    Fashion Lifestyle, Physical Elements

    source Galang membenamkan topi yang digunakannya dalam-dalam. Sudah lama sekali,  dia tidak terjun langsung ke lapangan mengumpulkan data. Tapi riset ini berhubungan langsung dengan persoalan hidup mati. Dia men-stater motor keluaran tahun 2010  yang masih mulus, begitu mobil Dania keluar dari  gerbang rumah sakit. Lalu lintas di jalan, tidak sepadat biasanya. Dengan santai, dia mengendarai motor. Menjaga jarak aman,  hingga bisa tetap melihat mobil Dania. Di jadwal harian, dokter itu akan mengunjungi panti asuhan, yang bersebelahan dengan  tempat praktek pribadinya. Dania jadi donatur tetap di panti asuhan itu. Tempatnya kerja sosial, saat masih jadi mahasiswi kedokteran. Dia membeli lahan luas di sebelah panti asuhan, tidak lama setelah kerja sosial.  Membangun…