• Fiction

    Warisan Cinta # 3

    “Adik Kintan kejang-kejang!” Sebuah teriakan keras lain,  menghentikan ayunan tangan Galang. Dia menoleh ke arah lubang yang mulai tertutup rata dengan tanah yang dipijaknya. “Serahkan pada kami, Lang!” sebuah suara terdengar. Galang mengangguk. Dengan langkah gontai,  dia berjalan mendekati kerumunan yang sedang mengelilingi adik Kintan. “Kakak! Kakak!” teriak  Adik Kintan histeris. Galang segera menghampiri ranjang  rumah sakit. “Kenapa aku pakai baju ini?” Mata Adik Kintan melotot ke arah Galang. “Tenang, Silvie! … namamu Silvie, kan?” tanya Galang setelah mendapat pelototan mata Silvie. Tangan Silvie menggenggam erat atasan rumah sakit yang dikenakannya. “Bajumu basah, saat sampai di rumah sakit. Suster yang mengganti bajumu.” Wajah Silvie nampak  sedikit lega. “Aku mau pulang!”…

  • Fiction

    The Edge of Chaos # 2

    Bab Satu The Edge of Chaos   Galang memelototi laporan di atas meja. Sudah dia baca berulang kali. Setiap kata sudah berakhir di memori kepala. Setiap kali dorongan membaca tidak bisa dia tahan, dan dia selalu menindaklanjuti insting kuat,   selalu timbul  harapan. Ada informasi yang terlewat matanya. Dia tersenyum sinis. Tentu saja harapan gila itu tidak terkabul. Ingatan  kuat dan ketelitian seperti sudah menjadi suratan takdir kerja otaknya. Sebelah tangan melonggarkan ikatan dasi, setelah meletakkan jas di punggung kursi kerja. Vest hitam pekat, mencetak tubuh yang disiplin dia ajak olahraga. Dia membuka kancing  yang menempel di ujung manset, kemudian menggulung lengan kemeja  sampai ke bawah siku. Dahinya mengernyit dalam. Sebuah…

  • Fiction

    Prolog # 1

    Galang memperhatikan kelompok-kelompok yang sedang mempersiapkan presentasi akhir tugas mereka. Wajah-wajah cerah dan penuh semangat, beredar di aula itu. “Bagus Galang. Terima kasih banyak, kuliah kerja nyata kali ini, sangat bermanfaat bagi warga desa,” ujar Pak Kades, yang berdiri di sebelahnya. “Program-program yang dilaksanakan,  mampu jadi pemicu perkembangan ekonomi dan sosial desa.” “Alhamdulillah, Pak. Kalau sedikit ilmu kami bisa— “ Galang menghentikan kalimatnya, ketika ada yang meneriakkan namanya. Matanya mencari asal suara. “Galang! Galangggg! Di mana kamu!” Seorang anggota kelompoknya berdiri di ambang pintu masuk, dengan nafas terengah-enggah. “Maaf, Pak, sebentar,” ujarnya pada Pak Kades, setelah aula itu menjadi hening. “Silakan! Silakan!” Pak Kades lanjut berkeliling ditemani Pak Sekdes. Galang…

  • Story

    Success is not Status. Success is a Personality

    Senin tanggal 24 September 2018  pukul 23.03, abang sampai di Stasiun Cimahi. Karena masih dalam perjalanan, suami  langsung jemput Abang ke stasiun. Ade sudah kembali ke kos.  Saya menunggu di rumah. Biasanya kami bertiga jemput abang. Setelah dari stasiun, seringkali kita berempat nongkrong dulu. Memori yang sangat indah dan menyenangkan. “Ma, sini, Ma. Aku dapat buku bagus banget,” ujar Abang  sembari menarik tangan saya, sesampainya dia di rumah. Saya duduk di sebelahnya. “Buku apa, Bang?” “Itu, Ma. Di dalam tas aku.” Saya membuka tas abang dan mengambil sebuah buku. “Apa Bang, isinya?” “Aku diajarin gimana caranya jadi pemimpin, Ma.” ‘Wah! Keren, Bang. Kamu dapat apa?” “Entah sebagai rusa maupun singa,…

  • Uncategorized

    Perlukah Kita Belajar Blockchain?

    Perlukah kita Belajar Blockchain? Novel The Secret Life of Mara sudah selesai. Saya sedang menyiapkan novel lain yang akan di posting. Saya menceritakan  sinopsis dua novel yang sudah saya tulis beberapa tahun lalu pada Ade. Meminta pertimbangannya, mana yang ingin dibacanya terlebih dahulu. Memang dari  beberapa novel yang saya tulis, hanya novel Mara, yang saya ijinkan dia membacanya. Yang lainnya masih belum lulus sensor hehehehe. Pilihannya jatuh pada novel Dania. Saya harus mulai mengedit, memugar, dan revisi hampir 75 persen, novel ini, hingga Ade bisa membaca novel  berjudul Dania. Saat riset, ada beberapa fakta  yang  baru saya ketahui, dan cukup mencengangkan. Dari sebuah artikel, saya mendapat informasi, lima orang kaya…

  • Story

    Kompilasi Novel It’s For Love

    source Dalam sebuah perjalanan dari Jakarta ke Bandung. Dari pertemuan keluarga besar almarhum Imam Talkah. Sering kali membuat saya resah. Melihat para sepupu yang sudah mapan, dan saya merasa belum menemukan passion. Menerbitkan satu novel, jadi salah satu  target  saya di tahun 2017. Target yang benar-benar di luar jangkauan, saat itu. Karena sudah dua tahun, saya tidak bisa menulis satu novel pun. Namun entah kenapa, tetap saya tuliskan menjadi salah satu target. Abang bilang, “Ikut pelatihan menulis, Ma.” Saya sangat beruntung, memiliki sahabat-sahabat terdekat yang luar biasa. Abang yang sering memberi aspirasi. Ade yang jadi tempat curhat. Suami yang sering kali bisa melihat sebuah situasi lebih jelas dan menyeluruh. Saya…

  • Story

    I Want My Way

    Sebenarnya, saya ingin sekali memasang foto keluarga. Tapi salah satu anggota tim kami, kurang berkenan hehehe ya jadi foto ini saja yang dipakai. Sekarang yang di rumah hanya kami berdua.   diambil dari Grup wa Keluarga Haha Hihi   Kenapa saya senang sekali menggunakan foto keluarga? Karena melalui platform ini, dengan teknologi blockchain, semua postingan bisa dibaca dan menjadi salah satu jejak peristiwa penting dan berharga. Seumur hidup.  Hingga nanti, para cicit dan generasi-generasi  setelahnya, bisa membaca dan mengenal saya. Walaupun kami mungkin tidak akan bertemu.   diambil dari Grup wa Keluarga Haha Hihi Selasa, 11 September 2018, sepupu terakhir di generasi saya menikah. Generasi ketiga dari Mbah Kakung Imam…

  • Story

    Kompilasi Novel The Secret Life of Mara

    source Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui. Anonim Saya memiliki dua orang buah hati. Keduanya mulai memasuki usia dewasa. Telah melangkahkan kaki di luar jangkauan penglihatan mata. Tinggal di dua kota berbeda. Jakarta dan Sumedang. Hanya doa-doa dan penyerahan mereka berdua pada Sang Pemilik, yang membuat hati menjadi lebih tenang. Banyak sekali yang ingin saya sampaikan pada keduanya. Diantaranya memilih pasangan hidup, menjadi sebuah pilihan super penting, yang benar-benar harus melibatkan Allah. Melalui novel-novel yang saya tulis, ada sebuah keyakinan yang ingin saya teriakkan. Allah Maha Kaya. Maha Pengasih, Maha Penyayang. Kesempurnaan  dan keutuhan secara…

  • Fiction

    Buah Keputusan dan Tindakan # 64 (2 Episode Terakhir)

    Ketika Bude Parman dan Tari memasuki kamar Mara, Nendo ada di dalam. Tiba-tiba gawai  Nendo berbunyi. “Maaf, saya akan terima di luar.” “Silakan, Nendo … kami juga tidak akan lama … mau pamitan aja, sama Mara,” ujar  Bude Parman dengan perasaan luar biasa gembira. Semuanya seperti sudah diatur  di  atas nampan emas baginya. “Bude,” Mara memaksakan senyum. source “Tidak usah bangun, Mara. Maaf baru sempat datang,” ujar  Bude Parman. Ia mengeluarkan gelas berisi minuman dari balik bajunya, kemudian meletakkannya di meja kecil, di samping ranjang besar Mara. “Bagaimana perasaanmu? Masih pusing?” tanya Bude Parman penuh perhatian. Tari mengerutkan alisnya, mendengar suara mamanya  sangat lembut. Dia tidak pernah mendengar mamanya berkata…

  • Fiction

    Keberuntungan VS Kesempatan Terakhir # 63 (3 Episode Terakhir)

    Dia menemukan Ima sedang duduk menangis  di dahan  sebuah pohon besar. “Ima! Ayo, turun sayang!” ujar  Mara dengan nada membujuk. “Engga mau! Mama jahat!” “Mamamu kenapa?… ayo sayang, turun dulu!” “Engga mau! Mama bohong!” “Bohong kenapa? Ayo! Ima turun dulu, ceritain  ke  Mbak!.”   source Mara memandang langit yang berawan hitam tebal dengan khawatir. Angin kencang menerbangkan rambutnya. “Ima, ayo turun!” Gemuruh suara hujan terdengar di kejauhan. Tiba-tiba tetesan hujan menyentuh kulit Mara. “Aku engga bisa turun!” teriak Ima  ketakutan di sela tangis kerasnya. “Ya sudah. Kamu di situ saja! Mbak yang naik,” Baru selangkah kaki Mara bergerak, dia mendengar suara derak pohon. “Loncat, sayang! Dahannya mau patah!” seru Mara…