• Story

    Saya Iri

    Rabu, 17 Oktober 2018, beberapa saat menjelang magrib, saya bertemu seorang teman. Setelah bicara ngalor ngidul, tiba-tiba dia berkata, “Bu, saya teh kalau ada masalah kan, pengennya keluar. Karena sudah tidak ada yang harus diurus di rumah, jadi saya keluar. Berhenti makan, di tempat saya pengen makan.” “Me Time, ya, hehehe,” ujar saya, Kepalanya mengangguk seraya tersenyum. “Ya, me time.” Kami  berdua terus berjalan perlahan menuruni undakan tangga mesjid, “Pernah suatu kali, saya ada masalah yang menurut saya berat … saya muter aja, setelah makan, jalan lagi … engga disengaja, saya  lewat mesjid. Saat itu sudah Slewat waktu dzuhur, jadi saya mampir ke mesjid … Saya ke lantai atas,  tidak…

  • Fiction

    Kuali Hati # 12

    “Hm ….” sahut Dania lembut, “Ada apa, Mama sayang? … Mama tadi makan di mana,  sama Tante Miranda?” “Eh … banyak … napak tilas … Dania … tadi Galang datang. Kamu masih ingat Galang?” “Oh, yang suka  tarik rambut aku dulu ya? …. Masihlah, Ma. Gimana kabarnya dia sekarang? …. Anaknya sudah berapa?” tanya Dania dengan senyum lebar. “Lho! Kok nanyanya begitu?” sungut Mama Dania. “Engga anehlah, Ma! Waktu aku masih SD aja, dia kan sudah SMP …. Dia beberapa  tahun di atas aku. Kalau sudah menikah dan punya anak, ya wajar kan,” sahut Dania,  sembari  membuka pembungkus  plastik buku baru. “Dia belum menikah … punya pacar juga engga.” Dania…

  • Fiction

    Janji Masa Lalu # 11

      “Barusan telpon dari rumah sakit, Tante. Ada kecelakaan beruntun. Banyak  pasien  kritis …  aku harus ke rumah sakit, sekarang,” sahut Dania perlahan. “Engga apa-apa. Pergi aja, Dania, gampang nanti Mama bisa telpon papa,” ujar Mama Dania. “Maaf ya, Ma  … Aku  sudah janji sama Mama mau pergi seharian  … “ Dania memainkan gawainya sesaat. “… rencananya, kami juga akan  mengajak Tante Miranda, nonton di bioskop yang dulu sering didatengin Mama sama Tante Miranda….” Dania melanjutkan, sambil melihat ke arah Miranda, dengan pandangan menyesal. “Aduh sayang,  kali ini, Tante akan menetap di Indonesia. Kita bisa sering ketemuan. Ini kan bukan yang pertama dan terakhir kalinya, kita akan bertemu. Tenang aja,…

  • Fiction

    Transformasi. Untuk siapa? # 10

    source Dania  menarik nafas lega, begitu melihat sosok Bram sedang duduk  di cafetaria.  Laki-laki itu sibuk menulis di laptop. Dia mempercepat langkah. “Sorry, Bram. Baru selesai. Sudah lama?” Dania menarik kursi di hadapan Bram. Bram melihat arlojinya sekilas. “Lumayan,” sahut Bram tanpa mengalihkan pandangan dari laptop. Tangannya terus sibuk mengetik. “Mau makan apa, Bram?” tanya Dania, begitu melihat hanya ada gelas bekas minum di atas meja. Perutnya keroncongan. “Aku engga bisa lama …. “ Kalimat Bram terhenti, ketika kepala itu akhirnya mendongak. Mata Bram  tidak teralih dari wajahnya. Dada Dania mengembang dengan kebahagiaan. Sudah lama sekali, Bram tidak menatapnya seperti ini. “Aku ganti model rambut. Gimana, pantes engga?” Dania memegang…

  • Story

    How Heavy is Your Head?

    How Heavy is Your Head? Tanpa sengaja  membaca sebuah postingan, Teknik Revolusioner Menghilangkan Psikomatik, Creativity Lock, dan Emosi Negatif, Tanpa Menceritakan Masalah Anda ke Terapis. Sebuah judul dan materi yang sanggat menggoda. Saya sangat tertarik dengan kebahagiaan dan kegembiraan, serta pemberdayaan maksimal potensi manusia. Tanpa menceritakan masalah ke orang lain, mengisyaratkan,  kita mampu melepaskan tekanan dan trauma. Baik yang kita sadari maupun yang tidak kita sadari. Zaman now, stress bisa dikatakan sangat akrab dengan keseharian kita. Punya cara ampuh, bisa melepaskan stres atau ketegangan, seperti memiliki tongkat ajaib di tangan. Karena hanya orang bahagia saja, yang bisa memaksimalkan potensi mereka. Kenapa? Dengan bahagia, kita bisa lebih melihat sudut positif segala…

  • Fiction

    Silvie Davira

    source   Silvie Davira mengetuk  pintu ruangan lembut. Dia membuka handle pintu perlahan ketika suara di dalam menyuruh masuk. Matanya langsung mendapat sosok tubuh tinggi atletis berdiri membelakanginya. Alis Silvie terangkat sedikit, melihat pakaian yang dikenakan bosnya, ketika tubuh tegap tanpa lemak itu berbalik. Jeans belel, kemeja biru polos yang mulai pudar, ditekuk di bawah siku. Dia menghela nafas, tetap saja tidak mengurangi daya tarik pria itu. “Silakan duduk, Silvie,” Galang ikut duduk di kursi di belakang meja kerja. “Terima kasih, Pak,” Silvie mengangguk seraya tersenyum. “Jangan panggil aku, Pak, kalau kita hanya berdua,” Kening Galang mengernyit sedikit. “Maaf, kebiasaan. Bagaimana rencana bisnis yang aku ajukan?” Silvie duduk tegak di…

  • Fiction

    Ambang Batas Harapan # 4

    Dering gawai membuyarkan lamunan Galang. Dia langsung matikan, begitu nomor tidak dikenal muncul di layar. Pandangannya tertuju pada novel kucel di atas meja. Novel itu dimainkan di antara jemari tangan kanan. Pembatas buku yang dibuatnya dari edelweis kering terjatuh. Dahinya berkerut dalam. Kintan benar. Novel ini merubah hidupnya. Masa menyepi dan kerja gilanya, hanya ditemani novel-novel karya Rory Valda Pradakian. Selain semua buku, diklat, seminar,  dan mentor yang dia butuhkan. Mengenal Rory Valdi Pradakian, melalui belasan novel karya novelis itu, membuat emosinya lebih stabil. Rasa bersalah sedikit demi sedikit terkikis. Semangatnya mulai tumbuh. Walaupun sikapnya tidak banyak berubah, sesuatu dalam dirinya tumbuh dan berkembang. Setelah bencana itu. Hanya percayanya sudah…

  • Uncategorized

    Hati Pemenang

    Hati Pemenang source   Pribadi pemenang   Sosok yang tidak mengenal rasa takut Pada hati mereka Karena sesuatu yang buruk Hal tidak menyenangkan yang diduga akan terjadi Sebanding  bahaya yang  dipersepsikan pikiran   Tidak merasa cemas Permainan pikiran sesuatu yang mengerikan akan terjadi Tapi  tidak mengetahui apa yang ditakuti itu   Tidak merasa khawatir Pada masa depan Atas sesuatu  yang belum terjadi dan ambigu Akibat kelemahan pikiran Karena kurangnya pemahaman dan pengetahuan   Dan tidak bersedih hati Ketika keinginan, harapan, dan doa Belum  sesuai realita hidup   Wahai Yang Maha Luas, Maha Mengetahui Luaskanlah hati, pikiran, dan jiwaku Karuniakan ilham pada ketiganya Agar  selalu mengikuti petunjuk- Mu Agar selalu memperbaiki…

  • Fiction

    Kapan Kamu Kawin?

    source dr. Dania Nur Salsabila Sp. PD duduk bersandar pada headboard. Dia mematikan siaran ulangan talkshow kesehatan,  setelah presenter acara, dr. Bram Bagaskoro Sp.B, mengucapkan kalimat penutup. Tangannya mengambil gawai dan  bundel agenda mingguan dari nakas. Pertama memeriksa gawai. Pesannya semalam sudah dibaca. Belum dibalas. Bram memang sangat sibuk belakangan ini, hibur Dania pada diri sendiri. Karirnya sebagai presenter di acara  Healthy Talkshow sangat cemerlang. Penampilan dandy dan bawaan lahir pandai membawa diri, sangat menunjang karir baru Bram di dunia entertainment. Kenapa sih Bram belakangan ini seperti menjauh darinya? Dania, kamu sendiri punya rahasia, yang tidak kamu beritahu Bram. Engga adil dong, kamu nuntut, sesuatu yang engga bisa kamu kasih…

  • Fiction

    Prolog # 1

    Galang memperhatikan kelompok-kelompok yang sedang mempersiapkan presentasi akhir tugas mereka. Wajah-wajah cerah dan penuh semangat, beredar di aula itu. “Bagus Galang. Terima kasih banyak, kuliah kerja nyata kali ini, sangat bermanfaat bagi warga desa,” ujar Pak Kades, yang berdiri di sebelahnya. “Program-program yang dilaksanakan,  mampu jadi pemicu perkembangan ekonomi dan sosial desa.” “Alhamdulillah, Pak. Kalau sedikit ilmu kami bisa— “ Galang menghentikan kalimatnya, ketika ada yang meneriakkan namanya. Matanya mencari asal suara. “Galang! Galangggg! Di mana kamu!” Seorang anggota kelompoknya berdiri di ambang pintu masuk, dengan nafas terengah-enggah. “Maaf, Pak, sebentar,” ujarnya pada Pak Kades, setelah aula itu menjadi hening. “Silakan! Silakan!” Pak Kades lanjut berkeliling ditemani Pak Sekdes. Galang…