• Fiction

    Rengkuhan Keheningan # 28

    “Bukan kegiatan rutin, Dania. Kebetulan ada waktu luang,” sahut Galang sembari menoleh ke arah Dania. “Kalau pas sibuk,  sedikit sulit  bisa nemenin mama.” “Bagaimana kalian bisa bertemu, hari ini?” tanya Mama Dania  penasaran. Matanya menyapu wajah Dania dan Galang bergantian. “Mama kepo …” Dania tertawa kecil. Tangannya menepuk lembut lengan mamanya. Wajah penasaran mama, membuat tawanya berderai. “Tadi siang, saya telpon Dania, Tante …. Kebetulan dia juga sedang tidak sibuk, jadi  kita bisa ketemuan,” Dania mendengar  Galang menjelaskan. “Wah, bagus sekali!” ujar Mama Dania  dengan wajah berseri-seri. “Pertanda baik itu-“ “Mama …!” seru Dania lembut. Tawanya langsung berhenti. “Iya … iya … Mama engga akan ngomong  apa-apa lagi.” Mama Dania…

  • Fiction

    27 Kali Lipat # 27

    Hidung Dania mencium aroma  khas pria. Bau parfumnya enak sekali. Tiba-tiba dia tersadar, dan segera melepaskan pelukannya. “Sorry …  sorry, aku takut  sekali,” ujarnya perlahan. Dia segera menjauh sampai ujung sofa. Syukurlah  lampu dimatikan. Kalau tidak, pasti malu sekali, melihat wajah Galang. “Engga apa-apa. Filmnya memang menakutkan,” sahut  Galang santai. Mendengar nada suara Galang, meredakan rasa malu Dania. Dia kembali melihat layar. Meremas erat cushion yang ada di pangkuannya, saat jantungnya berdebar kencang  karena takut. Dia menarik nafas lega, ketika akhirnya film berakhir. Galang dengan cepat menyalakan lampu. “Filmnya bagus sekali, happy ending lagi,”  ujar Dania, sembari minum air mineral dari botol. “Serem sekali, tapi!. Kalau sendirian, aku pasti sudah…

  • Uncategorized

    Kesadaran Pagi # 20

    Sayup-sayup ia mendengar suara Bram bicara dengan mamanya. Tak lama kemudian mama mengetuk pintu kamarnya. Dania tidak menjawab panggilan mamanya. Malas sekali rasanya bangkit dari tempat tidur, apalagi harus menemui Bram. Lagi pula, wajahnya saat ini, pasti terlihat tak karuan. Matanya memicing, ketika seberkas cahaya mentari yang menerobos vitrase mengenai matanya. “Maaf ya Bram, sejak pulang semalam Dania terlihat aneh. Bahkan dia tidak makan malam. Apakah … kalian bertengkar?” tanya  Mama Dania . “Tidak  Tante. Tapi saya sudah salah sama Dania. Saya … kemari mau  minta maaf!” “Oh begitu … Mungkin sekarang Dania masih marah sekali. Tunggu sampai marahnya reda ya … sabar dulu .… Tidak biasanya Dania marah sehebat…

  • Uncategorized

    Bertanggungjawab 100 % # 19

    Dania menatap ke jendela yang belum tertutup sempurna, dari tempatnya berbaring. Sudah tidak ada air mata yang bisa dikeluarkan.   Lampu luar di depan jendela kamar, memperlihatkan hujan yang masih membasahi bumi. Rinai  hujan tak kunjung putus. Semesta  seperti berduka bersamanya. la ilaha illa anta. Subhanaka, inni kuntu minazzhalimin – ‘Tidak ada Tuhan selain Engkau.  Maha Suci Engkau. Sungguh aku ini termasuk orang-orang yang zalim’. La ilaha illa anta. Subhanaka inni kuntu minazzhalimin … La ilaha illa anta. Subhanaka inni kuntu minazzhalimin … Kalimat yang terucap pelan di bibir dan dalam hati secara terus menerus membuatnya tertidur. Suara geledek membuatnya kembali  terjaga. Matanya terbuka lebar. Kecewa langsung menghantam, begitu ingatan tentang Bram…

  • Story

    Mana yang Lebih Penting, Latihan atau Kinerja?

        Ingat, latihan bukan sesuatu yang mutlak, yang penting adalah kinerja Marc Rosenberg   Membaca kalimat di atas, kening saya langsung berkerut dalam. Benarkah rangkaian kata di atas? Langsung saya mencari arti kata kinerja. Arti kata kinerja di kamus;  (1) sesuatu yang dicapai (2) prestasi yang diperlihatkan. Tapi kalau dipikir-pikir, dipemahaman saya, kalimat di atas ada benarnya. Selama ini niat utama saya, bergabung di Steemit untuk melatih kemampuan menulis novel. Novel yang indah, ringan, dan menginspirasi pembaca. Indah, ringan, adalah indikator yang terlalu luas. Penetapan target dengan indikator  tidak jelas. Dan tanpa indikator  tidak jelas, sangat sulit mengukur, sampai di mana perkembangan kemampuan menulis novel saya. Saat melihat bentangan…

  • Fiction

    Porak Poranda Mimpi # 17

    “Tadi pasien terakhir, Dok,” ujar suster begitu, seorang ibu setengah baya keluar dari ruang praktek. “Alhamdulillah, sudah selesai, praktek hari ini.” Dania mulai membereskan barang-barangnya. “Iya, Dok. Pasien Dokter Dania  tambah lama tambah banyak. Katanya tangan Dokter dingin,” ujar suster lagi. “Alhamdulillah, Allah memberikan kesembuhan melalui saya … kenapa suster?” tanya Dania, ketika melihat suster berdiri kebingungan di ambang pintu. “Ade sakit?” Suster menggeleng cepat. “Terima kasih, Dok, sudah perhatian sekali sama keluarga saya … Dokter tidak apa-apa?” tanya suster dengan kekhawatiran yang tidak bisa lagi disembunyikannya. “Yang tadi sebelum praktek?” tanya Dania riang. “Tidak apa-apa, terima kasih sudah mencemaskan saya.” Kepala suster mengangguk kecil berulang kali. “Dokter Dania memang…

  • Story

    Benang Merah Kesuksesan. Practice makes perfect

      Pernah dengar peribahasa ‘Alah bisa karena biasa’? Arti peribahasa di atas menurut KBBI, antara lain; sesuatu yang sukar, kalau sudah biasa dikerjakan, tidak terasa sukar lagi. Pernah melihat atau punyakah kenalan,  orang yang sukses besar  di bidang tertentu,  dan mereka meraihnya, tanpa melakukan apa pun? Tidak mungkin terjadi. Seperti berdoa meminta datangnya pagi, saat menjelang sore. Sistim Allah sempurna;  setelah sore, kita masih harus melewati malam, dini hari, baru datang pagi. Kira-kira, apa ya, yang ada di kepala Pak Thomas Alfa Edison, saat berusaha menemukan lampu pijar? Bagaimana beliau bisa bertahan,  melakukan percobaan  ratusan atau ribuan kali, sebelum akhirnya berhasil menemukan lampu pijar, hingga kita bisa  menggunakan sumber cahaya…

  • Story

    Ya Allah, Berikanlah Kemampuan Menulis Sebaik-baiknya Padaku

    Dalam sebuah pelatihan menulis online bersama Kak @diyanti86, saya kebagian menulis biografi dan ensiklopedi DR. ‘Aidh al-Qarni. Penulis buku bestseller La Tahzan. Tahukah sahabat, berapa banyak buku referensi yang beliau gunakan, saat menulis buku La Tahzan? 300 buku, dari berbagai bahasa. Buku itu disusun selama tiga tahun. Dan 100 halaman pertama, beliau tulis, saat ada di balik jeruji besi. Banyak sekali yang saya peroleh dari pelatihan, yang saat ini masih berlangsung. Baik dari pemateri, sosok DR. ‘Aidh al-Qarni, maupun dari sesama teman yang mengikuti pelatihan. Diantaranya antara lain: Apa yang menarik? Sudah sering kata ini saya baca, namun sepertinya hanya masuk kuping kanan keluar kiri. Tapi saat saya menulis biografi…

  • Story

    Apa yang Sahabat Takutkan?

      Kemarin sore saya berangkat ke Jakarta. Menjalankan tugas kenegaraan menemani mantan. Alhamdulillah, jadwal di PAUD  hari Selasa pas hari libur. Jadi saya tidak harus izin tidak masuk hari ini. Alhamdulilah, bisa silaturahmi dengan orangtua  dan keluarga adik  laki-laki saya. Ada nasi goreng yang dimasak pagi hari belum habis. Karena tidak ingin membuang makanan, saya masukkan sisa nasi goreng ke dalam mangkuk hijau. Rencananya akan dimakan di jalan.  Terlintas dalam hati,  saya mau bawa balik lagi besok. Jangan sampai mangkok hijau, tidak kebawa kembali ke rumah. Tahukah sahabat apa yang terjadi? Mangkuk hijau saya tertinggal. Cerita sebelumnya. Karena tidak ingin terlalu malam, sampai di rumah saat main ke Jatinangor Sabtu…