• Fiction

    Horor # 26

    “Bukan apa-apa. ” Dania tersenyum lebar, ” …  Tante Miranda lucu, banget ya.” “Kenapa memangnya?” “Iya, katanya mau telpon mama …. Mau izinin  aku pulang telat malam ini …. Sebelum aku sempat ngomong apa-apa, dia sudah putus telfonnya.” Galang  memeluk mamanya erat-erat dalam bayangan mentalnya. Thanks, Ma. I love you, so much. “Maaf ya, mamaku dari dulu seperti itu…. Tidak berubah, sedikit pun. Kalau sudah punya keinginan, suka semaunya sendiri … tapi … mama,  seorang ibu yang luar biasa. Aku beruntung sekali, punya mama, seperti mamaku.“ Dania menggoyang-goyangkan tangannya. “Tidak apa-apa. Jangan minta maaf …. Tante Miranda memang sangat baik …. Sikapnya sama seperti Mama. Hangat, ceria, mudah gembira …”…