• Fiction

    Pengakuan # 31

        “Baik, Tante,” sahut  Dania perlahan, sambil mencoba tersenyum. Dia kembali mengarahkan pandangan ke deretan pohon teh yang berbaris rapi. Andai dia terus menatap Mama Bram, air mata pasti mengalir. Sedih sekali saat menyadari  wanita  dihadapannya, tidak akan menjadi mamanya. Mama Bram mengikuti pandangan mata Dania.  Mata itu terlihat kosong, walaupun bibirnya tersenyum. Kantung mata Dania  terlihat agak hitam.  Hatinya terenyuh melihat keadaan Dania. Kata-kata yang sudah dipikirkan sepanjang jalan,  tak mampu  sepatah kata pun bisa terucap. Dia hanya mampu menarik nafas panjang berkali-kali. Belum pernah sekali pun, dia melihat Dania keliatan begitu tertekan  seperti saat ini. Bahkan saat Dania dan Bram bertengkar hebat dan tidak saling menyapa selama…

  • Fiction

    Growing. Not Just Surviving # 29

    Bab Sembilan Growing, Not Just Surviving   Mata Dania terbuka. Sayup-sayup lantunan ayat suci Al-Qur’an  dari masjid dekat rumah, membelah keheningan. Lantunan ayat-ayat surat Ar -Rahman  terdengar merdu. Dania memejamkan mata sesaat. Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?  Ya nikmat mana lagi yang dia dustakan? Dania memaksakan senyum di wajah.  Dia membuka mata lagi. Tidak seperti biasa, tadi malam  lampu temaram di kedua sisi ranjang  dia matikan. Kamar  gelap gulita. Tidak ada satu benda pun yang bisa dilihat. Dia mengisi perut dengan tarikan nafas panjang. Udara berisi CO 2 dikeluarkan berbarengan dengan lafaz Allah dalam hati. Setelah melakukannya beberapa kali, dengan terus secara sadar bernafas seperti itu, mata…

  • Fiction

    Horor # 26

    “Bukan apa-apa. ” Dania tersenyum lebar, ” …  Tante Miranda lucu, banget ya.” “Kenapa memangnya?” “Iya, katanya mau telpon mama …. Mau izinin  aku pulang telat malam ini …. Sebelum aku sempat ngomong apa-apa, dia sudah putus telfonnya.” Galang  memeluk mamanya erat-erat dalam bayangan mentalnya. Thanks, Ma. I love you, so much. “Maaf ya, mamaku dari dulu seperti itu…. Tidak berubah, sedikit pun. Kalau sudah punya keinginan, suka semaunya sendiri … tapi … mama,  seorang ibu yang luar biasa. Aku beruntung sekali, punya mama, seperti mamaku.“ Dania menggoyang-goyangkan tangannya. “Tidak apa-apa. Jangan minta maaf …. Tante Miranda memang sangat baik …. Sikapnya sama seperti Mama. Hangat, ceria, mudah gembira …”…

  • Uncategorized

    Berubah Warna # 25

    “Lama sekali  kita tidak bertemu … bagaimana kabarmu?” tanya Galang memecahkan kesunyian. “Alhamdulillah,  baik sekali. Bagaimana kabarmu sendiri selama ini?” “Alhamdulillah. Keliatan baik sekali kan,” ujar Galang sambil tersenyum lebar. Tatapannya tidak lepas dari wajah Dania. “Sekarang kamu engga takut lagi sama aku. Dulu kamu selalu takut melihatku. Kenapa?” “Kamu selalu narik-narik rambut aku, saat mama dan Tante Miranda tidak tahu …. Sakit  tahu! …. Dan wajahmu selalu menyeringgai  aneh, begitu melihatku. Benar-benar  mengerikan ….” Kening Dania berkerut dalam, mengingat kenangan di memorinya. “Biasanya orang selalu tersenyum dan bersikap baik ke aku …. Kamu aneh, dihadapan mereka berdua kau bersikap baik padaku …. Begitu mereka tidak melihat, wajahmu  berubah aneh…

  • Uncategorized

    Linimasa # 18

      Bab Enam Myelin Kasih Bram menoleh, ketika sebuah tawa bahagia memasuki gendang telinganya. Seorang gadis cantik sebaya dirinya, berjalan diapit kedua orangtua. Sinar mentari pagi, yang sesekali mampu menerobos rimbun dedaunan. Membuat wajah gadis itu terlihat memancarkan cahaya. Mereka  bertiga berjalan santai menuju ruang daftar ulang. Bibir Bram manyun. Kedua orangtuanya, sudah memaksa ingin ikut. Namun dia melarang mereka. Dia pikir, tidak akan ada yang bawa orangtua. Dia tidak mau dicap ‘anak mami’ di tempat kuliah. Ternyata, ada yang lebih parah dari dia. Percaya diri sekali  anak perempuan itu. Dia tidak terlihat malu atau risih, diantar kedua orangtuanya. Malah terlihat sangat gembira. Ekor matanya terus memperhatikan, tiga orang menarik,…

  • Uncategorized

    Dapat Nilai A. Perlukah?

    Kepuasan terletak pada usaha, bukan pada hasil. Berusaha dengan keras adalah kemenangan yang hakiki. Mahatma Gandhi Saya sempat berdiskusi dengan para sahabat, yang karena keterbatasan waktu  jadi terpotong. Entah akan berlanjut, atau berhenti sampai di sana. Topik yang diangkat. Perlukah punya ambisi dapat nilai A? Hehehehe kami memiliki cara melihat  berbeda. Kami masih belum menemukan titik temu,  setelah bertahun-tahun berdiskusi tentang topik ini. Pantas saja,  para anggota dewan, kalau rapat lama sekali. Urusan seperti ini saja, belum ada solusi, setelah lebih dari hitungan 3 x 365 hari hehehehe Nilai A, yang hanya sebatas nilai di atas kertas. Bukti intelegensi semata. Bukan itu arti nilai A, dalam pikiran saya. Dalam persepsi…

  • Fiction

    Selaput Kecewa

    Dania bergegas  berjalan menuju ruang rapat dokter. Muka Bram ditekuk, saat dia masuk ruangan. “Sorry, sudah lama nunggu?” tanya Dania, seraya duduk berhadapan dengan Bram. Dia sudah melebihkan perkiraan jam selesai praktek. tapi tidak diduga, pasien hari ini membludak. “Satu jam, “  sahut Bram sambil melihat arloji. “Waktunya kayaknya sekarang engga pas. Lain kali aja ya, kita ngobrolnya,” tukas Dania, melihat postur tegang tubuh Bram. “Sekarang aja, Dania! Waktu break  shooting aku engga lama. Aku akan lebih sibuk minggu-minggu depan,”  ujar Bram tegas. Dania berpikir sesaat. Dia menarik nafas panjang. Melakukan ini lebih susah, dari pada harus melakukan operasi paru berjam-jam. “Baiklah …. Mama kemarin bilang ke aku, katanya dia…

  • Fiction

    Narsistik

    source Setelah Dania menutup pintu, Bram menghempaskan tubuh ke kursi praktek. Pikirannya melayang ke acara semalam. Bertemu teman-teman lama, membuat  dia  sedikit terhanyut ke suasana saat mereka SMA dulu. Mereka saling mengejek,  membicarakan kejadian-kejadian  yang dialami saat itu. Seburuk apa pun kejadiannya waktu itu, keliatan lucu sekali, saat membicarakannya belasan tahun kemudian. Saat bertemu lagi  dengan Neni, setelah mereka menghabiskan liburan bersama, sikap Neni lebih terbuka padanya. Berita perceraian dengan suaminya  sedang viral. Namun nampaknya wanita itu tidak terganggu sedikit pun. Neni yang dikenalnya saat SMA, sudah kembali. “Untung belum punya anak, ”  sahut Neni santai ketika dia bertanya,  bagaimana perasaannya. Karena mereka memilih tempat di luar dekat taman, tidak…

  • Fiction

    Fashion Lifestyle, Physical Elements

    source Galang membenamkan topi yang digunakannya dalam-dalam. Sudah lama sekali,  dia tidak terjun langsung ke lapangan mengumpulkan data. Tapi riset ini berhubungan langsung dengan persoalan hidup mati. Dia men-stater motor keluaran tahun 2010  yang masih mulus, begitu mobil Dania keluar dari  gerbang rumah sakit. Lalu lintas di jalan, tidak sepadat biasanya. Dengan santai, dia mengendarai motor. Menjaga jarak aman,  hingga bisa tetap melihat mobil Dania. Di jadwal harian, dokter itu akan mengunjungi panti asuhan, yang bersebelahan dengan  tempat praktek pribadinya. Dania jadi donatur tetap di panti asuhan itu. Tempatnya kerja sosial, saat masih jadi mahasiswi kedokteran. Dia membeli lahan luas di sebelah panti asuhan, tidak lama setelah kerja sosial.  Membangun…

  • Fiction

    The Edge of Chaos # 2

    Bab Satu The Edge of Chaos   Galang memelototi laporan di atas meja. Sudah dia baca berulang kali. Setiap kata sudah berakhir di memori kepala. Setiap kali dorongan membaca tidak bisa dia tahan, dan dia selalu menindaklanjuti insting kuat,   selalu timbul  harapan. Ada informasi yang terlewat matanya. Dia tersenyum sinis. Tentu saja harapan gila itu tidak terkabul. Ingatan  kuat dan ketelitian seperti sudah menjadi suratan takdir kerja otaknya. Sebelah tangan melonggarkan ikatan dasi, setelah meletakkan jas di punggung kursi kerja. Vest hitam pekat, mencetak tubuh yang disiplin dia ajak olahraga. Dia membuka kancing  yang menempel di ujung manset, kemudian menggulung lengan kemeja  sampai ke bawah siku. Dahinya mengernyit dalam. Sebuah…